3.229 Personel Amankan Konser Andrea Bocelli di Borobudur

Newswire
Newswire Sabtu, 31 Oktober 2026 13:47 WIB
3.229 Personel Amankan Konser Andrea Bocelli di Borobudur

Candi Borobudur - Freepik

Harianjogja.com, MAGELANG—Sebanyak 3.229 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan konser penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pengamanan melibatkan unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, serta sejumlah instansi terkait.

Kepala Pelaksana Pengamanan Konser Andrea Bocelli, Kombes Pol Muhammad Aldian, mengatakan pengerahan ribuan personel tersebut dilakukan untuk mengantisipasi tingginya jumlah penonton, kepadatan pengunjung, hingga potensi gangguan lalu lintas di kawasan wisata Borobudur.

Aldian yang juga menjabat Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah menjelaskan pengamanan kegiatan masyarakat pada dasarnya merupakan tugas rutin kepolisian. Namun, kesiapsiagaan ditingkatkan karena konser tersebut berskala internasional dan diperkirakan dihadiri banyak penonton.

"Pengamanan kegiatan masyarakat ini sebenarnya rutin, tidak ada hal yang khusus. Hanya memang kita meningkatkan antisipasi karena jumlah penontonnya akan banyak. Apalagi kegiatan ini berada di kawasan wisata terkenal, yaitu Borobudur," katanya.

Rekayasa Lalu Lintas dan Pengaturan Arus Masyarakat

Aldian menjelaskan pengamanan akan difokuskan pada upaya mengantisipasi kemacetan, gangguan lalu lintas, serta kepadatan masyarakat di sekitar lokasi konser. Dari total 3.229 personel gabungan yang disiapkan, termasuk di dalamnya personel bantuan kendali operasi (BKO) dari sejumlah jajaran untuk memperkuat pengamanan selama kegiatan berlangsung.

Terkait kemungkinan adanya kelompok masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi maupun melakukan konvoi menuju kawasan Candi Borobudur, Aldian menegaskan penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak masyarakat yang dilindungi undang-undang.

Kepolisian, menurut dia, tetap akan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi. Petugas akan menyiapkan area tertentu agar aktivitas tersebut tidak mengganggu kegiatan utama di kawasan Borobudur.

"Penyampaian aspirasi silakan, itu dilindungi undang-undang dan pasti kita layani. Hanya saja, kita akan mengalokasikan area tertentu supaya kegiatan yang berlangsung bersamaan tidak saling terganggu," katanya.

Ia menyebut pengaturan lokasi tersebut menjadi upaya untuk mencari jalan tengah. Dengan demikian, masyarakat tetap dapat menyampaikan pendapat, sementara konser Andrea Bocelli juga dapat berlangsung aman dan lancar.

Aldian menambahkan kepolisian tidak menyiapkan penyekatan khusus dalam pengamanan konser. Sebagai gantinya, petugas akan menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengatur pergerakan kendaraan dan masyarakat selama kegiatan berlangsung.

Melalui rekayasa tersebut, arus penonton akan dipisahkan dari masyarakat yang memiliki kepentingan lain di kawasan Borobudur. Kelompok masyarakat yang hendak melaksanakan kegiatan berbeda juga akan diarahkan menuju lokasi yang telah disiapkan.

Polisi Imbau Masyarakat Patuhi Arahan Petugas

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto mengimbau masyarakat yang melintas di kawasan Borobudur agar mematuhi arahan petugas di lapangan. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada pengguna jalan yang melintasi persimpangan dan titik-titik pengamanan yang dijaga personel lalu lintas.

Yuliyanto berharap seluruh masyarakat turut menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Magelang agar kegiatan internasional tersebut dapat berlangsung tanpa gangguan.

Menurut dia, situasi yang aman dan kondusif selama penyelenggaraan acara berskala internasional dapat memberikan citra positif bagi Kabupaten Magelang di mata masyarakat dunia.

Pengalaman positif para penonton maupun pengisi acara dari berbagai negara juga dinilai dapat menjadi promosi tersendiri bagi daerah. Hal itu sekaligus membuka peluang bagi Kabupaten Magelang untuk menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan internasional lainnya pada masa mendatang.

"Ketika Magelang ini aman, otomatis juga menjadi investasi bagi masyarakat. Para penonton maupun pengisi acara akan membawa pesan ke negaranya bahwa kegiatan di Magelang berjalan aman, masyarakatnya baik dan santun," katanya.

Yuliyanto berharap penyelenggaraan konser internasional tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain memperkenalkan Magelang kepada pengunjung dari berbagai negara, kegiatan itu diharapkan turut mendorong aktivitas pariwisata dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Magelang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online