Ribuan Warga Padati Magelang Ethno Carnival 2026

Sunartono
Sunartono Minggu, 01 November 2026 22:07 WIB
Ribuan Warga Padati Magelang Ethno Carnival 2026

Magelang Ethno Carnival 2026 diikuti 40 kontingen dan menjadi puncak Magelang Flower Festival dengan transaksi Rp250 juta-Rp300 juta per hari. /Istimewa.

Harianjogja.com, MAGELANG—Magelang Ethno Carnival (MEC) 2026 menjadi puncak rangkaian Magelang Flower Festival (MFF) yang digelar di Alun-Alun Kota Magelang, Minggu (1/11/2026). Ribuan warga memadati kawasan pusat kota untuk menyaksikan karnaval yang menampilkan beragam kostum, pertunjukan seni, dan mobil hias bertema bunga.

Sebanyak 40 kontingen dari berbagai kelurahan, instansi, sekolah, hingga peserta dari luar Kota Magelang turut memeriahkan acara tersebut. Mereka menampilkan kreativitas melalui kostum karnaval, koreografi, fragmen, serta mobil hias dengan beragam ornamen bunga.

Rute karnaval membentang melalui Jalan Ahmad Yani, Jalan Pemuda di kawasan Pecinan, hingga perempatan Tugu Adipura atau Shopping Center. Sepanjang jalur tersebut, masyarakat antusias menyaksikan berbagai atraksi yang ditampilkan peserta.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengatakan festival tersebut berpotensi memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari perancang busana, penjahit, perajin, seniman, komunitas, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Festival ini sekaligus menjadi momentum menghidupkan kembali identitas Magelang sebagai kota bunga yang dikenal dengan julukan Tuin van Java atau taman Pulau Jawa," ujarnya.

Transaksi Mencapai Rp300 Juta per Hari

Selain menjadi ajang seni dan budaya, Magelang Flower Festival 2026 turut mendorong aktivitas ekonomi warga. Pedagang kuliner dan pelaku usaha bunga menjadi bagian dari sektor usaha yang merasakan peningkatan aktivitas selama acara berlangsung.

Damar menyebut transaksi selama MFF 2026, yang berlangsung pada 25 Oktober hingga 1 November 2026, diperkirakan mencapai Rp250 juta-Rp300 juta setiap hari.

“Coba bayangkan, perputaran ekonomi atau transaksi selama event dari tanggal 25 Oktober 2026 hingga 1 November 2026 ini per harinya mencapai Rp250 juta sampai Rp300 juta,” kata Damar.

Menurutnya, festival tersebut dirancang dengan biaya relatif rendah, tetapi diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

“Dengan kegiatan yang sangat low cost, saya berharap menjadikan high impact atau dampaknya bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Warga Antusias Saksikan Karnaval

Kemeriahan MEC 2026 juga dirasakan warga yang datang bersama keluarga. Anita, warga Tuguran, mengaku senang dapat menyaksikan langsung beragam penampilan dan kreativitas peserta karnaval bersama kedua anaknya.

"Senang sekali, acaranya meriah dan anak-anak juga sangat menikmati. Banyak kostum unik dan pertunjukan menarik. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus digelar setiap tahun," ungkap Anita.

Menurut Anita, kegiatan tersebut menjadi hiburan bagi keluarga sekaligus memberikan pengalaman bagi anak-anak untuk mengenal seni, budaya, dan potensi Kota Magelang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online