Pengumuman SNBP Dibuka, Ribuan Orang Berebut Kursi di Untidar
Hasil SNBP 2026 diumumkan, Untidar diserbu peminat. Persaingan ketat dengan ribuan pendaftar dan kursi terbatas.
Ilustrasi Petugas Brimob berjaga di depan Mako Brimob/Antara-Indrianto Eko Suwarso
Harianjogja.com, MAGELANG—Bentrok antarkelompok terjadi di sejumlah titik di Muntilan, Kabupaten Magelang pada Minggu (15/10/2023) sore. Kerusuhan terjadi di Jl. Pemuda tepatnya di kawasan toko oleh-oleh Tape Ketan Muntilan.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, kerusuhan terjadi sejak hari masih terang hingga hari gelap.
Dalam video yang diunggah di akun instagram @magelang_raya, tampak di jalan yang menjadi jalur utama Magelang (Semarang) ke Jogja dan sebaliknya itu terjadi kerusuhan. Tidak ada kendaraan yang melintas, banyak orang berlalu lalang dan aparat kepolisian berusaha menenangkan massa.
BACA JUGA: Jenazah Pria Mengapung di Bawah Jembatan Jl. Jogja-Solo, Delanggu, Begini Ciri-cirinya
Sejumlah orang melakukan kerusuhan seperti memukul kaca mobil dengan tongkat, serta ada yang melempar batu.
Dalam video lain, tampak sejumlah sepeda motor terbakar. Hari sudah gelap saat insiden ini.
Akibat kerusuhan ini, Bupati Magelang Zaenal Arifin didampingi Kapolresta Magelang Kombes Pol Ruruh Wicaksono dan Dandim 0705/Magelang Letkol Inf Jarot Susanto meninjau lokasi terjadinya bentrokan massa di depan Toko Tape Ketan, Muntilan, Minggu (15/10/2023) malam.
Terkait terjadinya bentrokan massa tersebut, Bupati Magelang Zaenal Arifin mengungkapkan sangat prihatin atas kejadian itu. Pihaknya telah mencoba duduk bersama dengan kedua kelompok massa yang berseteru, dan akan dilakukan mediasi untuk membantu proses penyelesaian persoalan tersebut.
"Kita sudah bersepakat, maka langkah utama yang harus kita lakukan saat ini adalah mengurai kemacetan lalu lintas akibat bentrokan tersebut. Kemudian akan dilakukan mediasi agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di wilayah Kabupaten Magelang, karena pada intinya kita semua ini bersaudara," ungkap Zaenal.
Menurut Zaenal, wilayah Kabupaten Magelang yang dikenal sejuk dan damai, menjadi tidak elok karena kejadian tersebut (bentrokan massa). Bahkan berita negatif ini sudah sampai kemana-mana.
"Tentunya kami atas nama Pemerintah Kabupaten Magelang menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga masyarakat khususnya kepada para pengendara yang terganggu dengan kejadian ini. Semoga hal ini tidak terjadi lagi ke depan," ucap Zaenal.
Kronologis Kejadian
Sementara, Kapolresta Magelang Kombes Pol Ruruh Wicaksono dalam keterangannya menyampaikan bahwa kronologis terjadinya bentrokan massa ini diawali dengan adanya kegiatan di wilayah Kabupaten Magelang, lebih tepatnya di Lapangan drh Soepardi dari pagi hingga pukul 15.00 wib.
Ketika salah satu kelompok massa usai mengikuti acara tersebut lalu pulang, disinilah kelompok massa tersebut bersinggungan dengan kelompok massa yang lain hingga terjadi salah paham dan terjadi gesekan di lapangan.
"Namun sampai saat ini sudah bisa diselesaikan, dan nanti kita akan bantu proses mediasi," ungkap Kombes Pol Ruruh Wicaksono.
Hingga saat ini pihak Polresta Magelang masih melakukan pendataan terkait kerugian yang ditimbulkan akibat bentrokan massa tersebut. Sejumlah anggota baik TNI, Polri dan Satpol PP juga masih melakukan penjagaan secara ketat di lokasi kejadian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil SNBP 2026 diumumkan, Untidar diserbu peminat. Persaingan ketat dengan ribuan pendaftar dan kursi terbatas.
Komet C/2025 R3 PANSTARRS muncul di 2026 dan tak kembali selama 170.000 tahun. Fenomena langka yang simpan sejarah Tata Surya.
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Kementan pastikan stok hewan kurban 2026 surplus 891 ribu ekor. Pasokan aman, harga terkendali jelang Iduladha.
Prabowo menyaksikan penyerahan Rp10,27 triliun hasil penertiban kawasan hutan. Dana ini bisa renovasi 5.000 puskesmas.