Bupati Magelang Dorong Optimalisasi PAD Lewat PBB-P2 2026
Bupati Magelang menekankan optimalisasi PAD melalui PBB-P2 2026 guna memperkuat kemandirian fiskal dan pembangunan daerah.
Tebar benih ikan di mata air Ndas Gending Dusun Ganjuran Desa Sukorejo Mertoyudan, Kabupaten Magelang sebagai salah satu upaya konservasi mata air, Maret 2023. /ISt- dok Diskominfo Kabupaten Magelang
Harianjogja.com, MAGELANG—Pemerintah Kabupaten magelang mempercepat pencapaian akses layanan aman air minum bagi seluruh masyarakat melalui program-program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) perkotaan maupun perdesaan.
Bupati Magelang, Zaenal Arifin menjelaskan upaya tersebut dilakukan melalui potensi dan sumber daya pembiayaan baik APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten, APB Desa maupun anggaran dari CSR untuk pengembangan layanan air minum.
"Capaian sampai dengan akhir tahun 2022 adalah 91.42% dari target RPJMD sebesar 91.03%. Meski demikian masih terdapat sebagian masyarakat yang belum memperoleh layanan air minum dengan aman, terutama dengan adanya dampak el nino yang mengakibatkan berkurangnya sumber mata air atau debit air permukaan yang selama ini digunakan oleh masyarakat," kata Zaenal Arifin, dalam penyampaian Jawaban Bupati Magelang atas Pandangan Umum Fraksi DPRD terhadap Raperda Masa Sidang III 2023.
BACA JUGA : Pembangunan Irigasi dan Jalan Tani di Bantul untuk Jaga Produktivitas Hadapi El Nino
Upaya lain yang dilakukan adalah melalui program pengamanan sumber mata air di Kabupaten Magelang melalui program Jogo Tuk, yaitu perlindungan dan penghijauan di catchment area mata air, bank pohon. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dan pemanfaat air ini dilakukan agar dampak el nino dapat diantisipasi secara penguatan lingkungan di Kabupaten Magelang.
Zaenal mengakui, dampak atas kemarau panjang sangat berpengaruh pada penurunan kapasitas/debit mata air baik yang dikelola Perumda Air Minum maupun dikelola oleh masyarakat. Karenanya, optimalisasi pelayanan yang dilakukan khususnya untuk Perumda Air Minum selama musim kemarau adalah menerapkan pola pengaturan aliran ke wilayah pelayanan dengan sistem gilir, mengoptimalkan kinerja/operasional pompa produksi dan distribusi.
Kendala dalam pelayanan air minum lebih dominan karena terbatasnya atau tidak adanya sumber mata air di wilayah tersebut, sehingga perlu dilakukan upaya penyediaan melalui sumber mata air yang kadang jarak dan lokasinya sangat kurang mendukung. Hal ini menjadi kendala besar karena dibutuhkan biaya yang tidak kecil dan teknologi guna mengangkat/mengalirkan sampai ke wilayah yang kekurangan.
"Untuk antisipasi jangka pendek, melalui BPBD dilakukan monitoring dan kontrol bagi wilayah kekeringan dengan sehingga dapat dilakukan droping air bersih bagi masyarakat. Selain itu, juga terdapat kendala berupa topografi wilayah yang sulit dijangkau jaringan air minum dengan sistem gravitasi dan tidak tersedia sumber air yang potensi untuk pengembangan pelayanan wilayah baru," katanya.
Dalam rangka konservasi mata air, dilakukan Program Pengakuan Keberadaan Masyarakat Hukum Adat dan Kearifan Lokal yang terkait PPLH dengan indikator terukur dan jelas yaitu Cakupan konservasi Jogo Tuk. Indikator tersebut merupakan gabungan antara indikator persentase mata air yang dikonservasi dan persentase lahan resapan air yang dikonservasi.
Adapun indikator kegiatan peningkatan kapasitas kelembagaan kearifan lokal terkait PPLH adalah jumlah komunitas mata air yang terbentuk.
Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono menyebutkan hingga akhir Oktober ini, BPBD telah mendistribusikan air bersih 1.420.000 liter atau 284 tangki di 41 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Penerima manfaat air tersebut mencapai 4.602 KK atau 15.863 jiwa. "Data itu terus dinamis dan terus diperbarui," katanya.
BACA JUGA : Pemkab Gunungkidul Tunggu Arahan Pencairan BLT Dampak El Nino
Dalam memberikan air bersih, BPBD juga mengajak pihak lain seperti lembaga, komunitas hingga program corporate social responsibility (CSR) perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Magelang menekankan optimalisasi PAD melalui PBB-P2 2026 guna memperkuat kemandirian fiskal dan pembangunan daerah.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 17 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini didominasi berawan dan udara kabur, sementara Sleman berpotensi diguyur hujan ringan.