Refleksi 1 Tahun Damar-Sri Harso, Ini Capaian Pemkot Magelang
Refleksi 1 Tahun Damar–Sri Harso paparkan capaian dan evaluasi kinerja Pemkot Magelang di GOR Samapta Sanden.
Santri pesantren di Temanggung menggelar aksi sosial dan tanam pohon di TPA Sanggrahan dalam rangka Hari Energi Bersih Internasional. /Istimewa.
Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Upaya menanamkan kepedulian sosial sekaligus kecintaan terhadap lingkungan terus digencarkan Pondok Pesantren Tahfidz Al Musthofa Tebuireng 16 Temanggung. Melalui kegiatan bertajuk Huffadz Addairoah, puluhan santri turun langsung melakukan aksi sosial dan lingkungan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sanggrahan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Minggu (25/1/2026).
Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Energi Bersih Internasional dan diarahkan untuk menyasar kelompok masyarakat marjinal, khususnya para pemilah sampah nonorganik yang selama ini berperan penting dalam pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan di wilayah Temanggung.
Dalam aksi ini, para santri menyalurkan paket sembako kepada sekitar 50 anggota Paguyuban Pemilah Sampah Non Organik (PPSNO) yang sehari-hari bekerja di TPA Sanggrahan. Tidak hanya itu, kegiatan juga diisi dengan penanaman 10 batang pohon tabebuya sebagai bagian dari dukungan terhadap program penghijauan Pemerintah Kabupaten Temanggung serta upaya memperbaiki kualitas lingkungan di sekitar area TPA.
Koordinator kegiatan, Ustadz Saiful Bahri, menjelaskan bahwa kegiatan Huffadz Addairoah merupakan bagian dari proses pendidikan karakter santri agar peka terhadap persoalan sosial dan lingkungan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus ditanamkan sejak dini sebagai bekal kehidupan bermasyarakat.
“Kami ingin menanamkan kepada santri bahwa menjaga lingkungan dan membantu sesama adalah bagian dari ibadah. Momentum Hari Energi Bersih Internasional ini kami jadikan sebagai sarana edukasi sekaligus aksi nyata,” ujarnya.
Aksi sosial ini mendapat sambutan positif dari para penerima manfaat. Salah satu perwakilan pemilah sampah, Imbuh (57), mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan para santri dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
Apresiasi juga disampaikan petugas TPA Sanggrahan, Iwan, yang menilai keterlibatan santri dalam kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya serta menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan Huffadz Addairoah, Pondok Pesantren Tahfidz Al Musthofa Tebuireng 16 Temanggung berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang peduli lingkungan, berkarakter, dan menjunjung tinggi semangat gotong royong, sejalan dengan upaya mewujudkan Temanggung yang bersih dan lestari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Refleksi 1 Tahun Damar–Sri Harso paparkan capaian dan evaluasi kinerja Pemkot Magelang di GOR Samapta Sanden.
Kebakaran kandang bebek di Boyolali diduga akibat korsleting listrik. Sebanyak 2.500 ekor bebek mati dan kerugian ditaksir Rp100 juta.
Bocah berusia 4 tahun berhasil dievakuasi setelah terjebak selama empat jam di lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di Manggarai.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mengkaji regrouping 9 SD negeri yang kekurangan murid agar layanan pendidikan lebih efektif dan efisien.
Lapas Cipinang menegaskan penempatan Razman Nasution di Blok E dilakukan berdasarkan hasil asesmen kesehatan, bukan perlakuan khusus.
Pengamat ekonomi UMY menjelaskan gaji Rp8 juta bukan garis kemiskinan, melainkan batas administratif kategori MBR untuk program perumahan pemerintah.