Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, E10 Dimulai pada 2027
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BOYOLALI—Sebanyak 16 orang penyelam diterjunkan untuk mencari pemancing yang tenggelam di Waduk Cengklik Boyolali pada operasi pencarian hari kedua, Minggu (10/12/2023).
Komandan Posko, Gembong Suroto, menyampaikan pencarian dilakukan dua tahap. Tahap pertama dengan operasi penyelaman. Regu penyelam mulai bersiap pukul 07.00 WIB dan dijadwalkan operasi tahap I selesai pukul 12.00 WIB.
“Awalnya terdata 14 penyelam, tapi data terbaru 16 penyelam,” ujar Gembong di Waduk Cengklik , Minggu.
BACA JUGA : Pemancing Tenggelam di Waduk Cengklik Boyolali
Ia menjelaskan radius pencarian sekitar 20-30 meter melingkar dari titik pemancing itu tenggelam di Waduk Cengklik. Ia mengatakan selain tim penyelam, ada tim Landing Craft Rubber (LCR) atau perahu yang membantu pengamanan di luar ring penyelaman.
Selanjutnya, pencarian tahap kedua akan dilakukan siang hari oleh tim LCR. Ia menjelaskan tiga tim LCR akan melakukan penyisiran di beberapa titik.
Tim operasi search and rescue (SAR) gabungan terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Polsek Ngemplak, Palang Merah Indonesia (PMI) Boyolali, Basarnas, dan sukarelawan lain.
Sebelumnya diberitakan, seorang pemancing asal Kabupaten Semarang tenggelam di Waduk Cengklik Boyolali pada Sabtu (9/12/2023) siang. Kasi Kedaruratan Bencana BPBD Boyolali, Rima Kusuma Prasetyaningrum, mengatakan proses pencarian langsung dilakukan pada Sabtu itu.
Operasi SAR dilakukan pada Sabtu sore hingga malam. Pada Sabtu sekitar pukul 15.05 WIB-17.50 WIB pencarian dilakukan dengan operasi penyelaman. Setelahnya operasi pencarian dilanjutkan sekitar pukul 19.30 WIB.
Kronologi Kejadian
“Data recording pencarian sampai dengan radius 5 meter, penyelam Bakorlak melaporkan pencarian sampai dengan radius 5-10 meter, jarak pandang dalam air zero, arus bawah deras dan berlumpur,” kata Rima.
Kasi Humas Polres Boyolali, Iptu Arif Mudi, pada Sabtu, mengatakan kejadian diketahui sekitar pukul 11.30 WIB lalu dilaporkan pukul 12.00 WIB.
BACA JUGA : Pelajar Gunungkidul Tewas Tenggelam di Aliran Kali Oya
“Korban atas nama Triyono, seorang laki-laki, berusia 42 tahun, alamat sesuai KTP yakni Dusun Gintungan, Desa Butuh, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang,” katanya.
Kronologi kejadian bermula pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Korban bersama kawannya berangkat dari rumahnya menuju Waduk Cengklik. Keduanya tiba di lokasi sekitar pukul 06.00 WIB. Sesampainya di Waduk Cengklik, korban dan kawannya menjala ikan.
Kemudian, sekitar pukul 11.30 WIB, korban menyeberang dari pulau arah timur ke barat di Waduk Cengklik sambil berenang membawa alat beronjong atau jala. “Baru berenang sekitar lima meter, korban tenggelam bersama alat untuk menjala ikan,” kata dia.
Kawannya yang melihat kejadian tersebut berusaha menolong, akan tetapi jarak korban dan kawannya sekitar 20 meter. Korban diduga tidak hafal medan atau terlalu berat membawa alat beronjong sehingga tenggelam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.
Lonjakan operasi plastik di kalangan anak muda Jepang memicu kekhawatiran. Bahkan anak lulusan SD mulai menjalani operasi kelopak mata dengan persetujuan orang
Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing yang menyeret Timnas Laos di Piala AFF 2026. Polisi diminta menyelidiki indikasi manipulasi pertandingan