Mengenal Flores Thrust, Sesar Pemicu Gempa M 7,7 di NTT
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, WONOGIRI—Peristiwa tragis menimpa seorang pelajar berinisial MNA (18), warga asal Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, yang berdomisili di Desa Sumberagung, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri. Niat menghabiskan waktu dengan memancing bersama teman-temannya justru berujung maut setelah korban tenggelam di aliran Sungai Wiroko, Sabtu (9/5/2026).
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sempat hilang beberapa jam dan dilakukan pencarian oleh tim gabungan.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 10.30 WIB saat korban bersama tiga rekannya datang ke lokasi memancing di Dusun Cabaan, Desa Banyakprodo, Kecamatan Tirtomoyo.
Saat tiba di lokasi, korban berinisiatif mencari titik memancing yang dianggap lebih strategis dengan masuk ke tengah aliran sungai bersama satu rekannya. Sementara dua teman lainnya tetap berada di tepi sungai.
Namun, situasi berubah dramatis ketika korban diduga kehilangan keseimbangan di tengah sungai yang memiliki arus cukup deras dan kedalaman berbahaya. Rekan-rekannya melihat korban sempat melambaikan tangan, berusaha meminta pertolongan.
Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh salah satu temannya, tetapi gagal karena kondisi arus dan kedalaman yang tidak memungkinkan. Warga sekitar kemudian dihubungi setelah rekan korban berteriak meminta bantuan.
Ditemukan Setelah 4 Jam Pencarian
Laporan kejadian diterima aparat sekitar pukul 13.00 WIB. Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, relawan, dan SAR segera melakukan pencarian intensif di lokasi kejadian.
Sekitar pukul 14.15 WIB, korban akhirnya ditemukan di dasar sungai dengan kedalaman kurang lebih tiga meter, berjarak sekitar enam meter dari titik awal tenggelam.
Kapolres Wonogiri, Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Anom Prabowo memastikan bahwa korban meninggal dunia akibat tenggelam.
“Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban murni meninggal karena tenggelam. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Imbauan Waspada Aktivitas di Sungai
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya remaja, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan terbuka. Sungai dengan arus deras dan kedalaman tidak terukur sangat berisiko, terutama bagi yang tidak memiliki kemampuan berenang yang memadai.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak memancing atau berenang di area yang belum diketahui kondisi arus dan kedalamannya, serta selalu mengutamakan keselamatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Sleman City Hall (SCH) menghadirkan rangkaian program dan aktivitas sepanjang Agustus 2026 melalui tema “YouthNited Nation”
Bareskrim Polri mengungkap kasus TPKS oleh pelatih panjat tebing HB terhadap lima atlet putri. Tersangka dijerat UU TPKS dan terancam pidana tambahan
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Karhutla Indonesia mencapai 202.004 hektare hingga Juli 2026, melampaui 2019 dan 2023. El Nino kini masuk kategori sangat kuat.
Harga BBM Pertamina hari ini, Rabu 19 Agustus 2026. Simak harga Pertamax, Pertalite, Pertamax Turbo, Dexlite hingga Pertamina Dex.