Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Warga beraktivitas di Alun-Alun Kota Magelang, Kamis (21/12/2023). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG—Perayaan malam Tahun Baru 2024 di Kota Magelang akan dimeriahkan dengan pesta kembang api di Alun-alun Kota Magelang, Jawa Tengah, Minggu ( 31/12/2023) malam. Sejumlah acara juga akan digelar selama dua hari untuk memeriahkan pergantian tahun ini.
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Kepariwisataan Kota Magelang, Sarwo Imam Santoso menyebutkan pesta kembang api di malam tahun baru mendatang dilaksanakan setelah dua tahun ditiaadakan, karena selama dua tahun terakhir masih dalam masa pandemi Covid-19.
“Kembang api besok berdurasi enam menit, di Alun-Alun Kota Magelang. Sampai saat ini kami masih mencari sponsor untuk kembang api ini,” kata Sarwo Imam Santoso, dalam konferensi pers, Kamis (21/12/2023).
Dalam acara bertajuk Magelang Vaganza tersebut, ada rangkaian beragam kegiatan selama dua hari yaitu Minggu (31/12/2023) hingga Senin (1/1/2024). Semua kegiatan tersebut melibatkan berbagai kalangan masyarakat seperti pelajar, seniman, UMKM maupun masyarakat secara umum.
Baca Juga:
Pergantian Tahun Baru 2022 di Kota Magelang Kondusif
DPRD Ingatkan DTW di Magelang Sambut Wisatawan dengan Baik
Alun-Alun Kota Magelang Ditutup pada Malam Tahun Baru 2022
Kegiatan tidak hanya digelar di Alun-Alun Kota Magelang, tetapi juga kawasan yang biasa disebut Pecinan, yaitu kawasan pertokoan di Jalan Pemuda. Di jalan tersebut akan digelar festival UMKM dan makanan legendaris khas Kota Magelang.
“Kegiatan ini sebagai salah satu upaya kami menghidupkan kawasan Pecinan di malam hari. Kami akan meminta pemilik toko untuk menghidupkan semua lampu-lampu di malam itu supaya meriah. Kami juga akan mengajak para keturunan Tionghoa untuk ikut juga dalam festival UMKM dengan menjual makanan legendaris Kota Magelang,” jelas Imam.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda, Olahraga dan Kepariwisataan Kota Magelang, Laila Wulandari menambahkan rangkaian acara yang akan digelar pada Minggu siang meliputi Fashion on the street, doa lintas agama, parade band, barongsai, pertunjukan kembang api.
“Pada Minggu pagi ada kontes Nasgor Magelangan, Chinesse Food, drumband SD, parade budaya dan parade band. Banyaknya acara ini diharapkan bisa meningkatkan kembali angka kunjungan wisatawan ke Kota Magelang. Serta menjadi ajang pemanasan program ‘Setu Legi” yang digagas Disporapar Kota Magelang untuk mempromosikan kembali wisata dan kuliner yang ada di Kota Magelang,” kata Laila.
Penutupan Jalan
Sarwo Imam Santoso menambahkan pada kegiatan ini akan dilakukan penutupan jalan dari titik perempatan CPM Kota Magelang di Jalan Ahmad Yani hingga Pecinan titik Apotek Sumbing. Penutupan jalan rencananya berlangsung mulai Minggu siang pukul 14.00 saat digelarnya parade budaya. Parade budaya akan berjalan di ruas yang ditutup tersebut.
“Saat tidak pas parade, jalan dibuka tetapi hanya untuk kendaraan kecil. Mobil besar akan kami alihkan. Kami sudah berkoordinasi denan Dishub untuk pengalihan jalur ini,” jelasnya.
Ia juga memastikan akan ada banyak kantong parkir untuk masyarakat yang akan mengunjungi festival ini, yaitu di jalan-jalan menuju Alun-Alun maupun menuju Pecinan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.