Pleno Rekapitulasi Suara di Kabupaten Magelang Butuh 4 Hari

Nina Atmasari
Nina Atmasari Rabu, 28 Februari 2024 23:17 WIB
Pleno Rekapitulasi Suara di Kabupaten Magelang Butuh 4 Hari

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Penghitungan dan Penetapan Hasil Perolehan Suara Pada Pemilu 2024, di Ballroom Grand Artos Hotel, Magelang, Rabu (28/2/2024). /Harian Jogja-Nina Atmasari

Harianjogja.com, MAGELANG—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang butuh waktu empat hari untuk melaksanakan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Penghitungan dan Penetapan Hasil Perolehan Suara Pada Pemilu 2024.

Ketua KPU Kabupaten Magelang, Ahmad Rofiq mengatakan rapat pleno akan berlangsung selama empat hari untuk D hasil di setiap kecamatan, dan satu hari untuk penetapan. Di Kabupaten Magelang ada 21 kecamatan. "Hari pertama ini [Rabu (28/2/2024)], enam kecamatan, besok delapan kecamatan dan hari ketiga sisanya, kemudian hari terakhir untuk merapikan dokumen, penandatanganan, penutupan dan penetapan rekapitulasi," jelas Ahmad Rofiq seusai pembukaan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Penghitungan dan Penetapan Hasil Perolehan Suara Pada Pemilu 2024, di Ballroom Grand Artos Hotel, Magelang, Rabu (28/2/2024).

Baca Juga

Ratusan Saksi Pemilu di Kabupaten Magelang Dilatih Pengawasan

113 TPS di Kabupaten Magelang Sempat Kekurangan Surat Suara

Pemilu 2024, Wali Kota Magelang Mengimbau Warga Santun dan Dewasa

Penjabat (Pj) Bupati Magelang Sepyo Achanto mengucapkan terima kasih kepada jajaran KPU, Bawaslu dan seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi dalam menjaga kelancaran dan integritas proses demokrasi pada Pemilu 2024. “Tahapan demi tahapan pelaksanaan Pemilu Tahun 2024 di Kabupaten Magelang telah berjalan dengan lancar dan sukses,” katanya.

Sepyo juga berpesan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses tersebut untuk menjunjung tinggi semangat sportivitas, kerja sama, dan mengedepankan kepentingan bangsa dengan penuh integritas demi terwujudnya keputusan yang adil dan akurat.

"Saya juga menekankan kembali pentingnya menjaga suasana yang kondusif dan menghormati perbedaan pendapat. Dalam demokrasi, perbedaan adalah keniscayaan, namun kebersamaan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan haruslah tetap menjadi pijakan utama bagi kita semua," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online