Pemkab Temanggung Prioritaskan Perbaikan Gedung SD yang Membahayakan Siswa

Newswire
Newswire Selasa, 26 Maret 2024 20:07 WIB
Pemkab Temanggung Prioritaskan Perbaikan Gedung SD yang Membahayakan Siswa

Ilustrasi gedung sekolah rusak - JIBI

Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Pemkab Temanggung, Jawa Tengah memprioritaskan perbaikan gedung sekolah dasar (SD) yang rusak dan dapat membahayakan keselamatan siswa.

Penjabat Bupati Temanggung Jawa Tengah Hary Agung Prabowo mengatakan prioritas utama perbaikan akan dilakukan pada 2025.

Sebanyak 44 gedung SD di Kabupaten Temanggung mengalami kerusakan sehingga ruangan tersebut tidak ditempati karena membahayakan keselamatan siswa. 

"Salah satu gedung yang rusak adalah di SD Negeri 1 Jampiroso, hari ini memang saya cek lokasi ada ruang kelas yang tidak layak dihuni," kata Hary Agung Prabowo di Temanggung, Selasa (26/3/2024).

Ruang yang tidak bisa digunakan itu karena memang ada kerusakan di plafon dan di atap. Ia menyatakan oleh karena itu tahun 2025 akan diperbaiki sebagai prioritas utama, ternyata dari enam kelas itu dua ruang tidak difungsikan karena sudah ambrol plafonnya.

"Dalam selang waktu ini saya minta kepada kepala sekolah untuk kelas yang kira-kira mengkhawatirkan sementara tidak diisi dulu," katanya.

BACA JUGA: Harga Gabah Turun tetapi Beras Masih Mahal, Begini Penjelasan Bapanas

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Temanggung, Fahmi Hidayat membenarkan memang kondisinya sudah banyak gedung yang memprihatinkan.

Menurut dia kalau di SD Negeri 1 Jampiroso ini atapnya memang harus diganti. Karena jika dilihat kondisinya sudah cukup parah, atapnya melengkung dan sebagainya hal ini membahayakan.

"Maka kami prioritaskan, pembangunan atapnya total. Kalau kita ajukan dana alokasi khusus (DAK) itu total, tembok masih bagus , khususnya atap kami ganti semua genting, rangka atapnya diganti yang bukan kayu," katanya.

Ia menyampaikan kalau DAK biasa dituntaskan, alokasi DAK kalau satu atap sekitar Rp130 juta satu kelas. "DAK programnya bukan hanya kelas, tetapi juga laboratorium, kemudian UKS, toilet dan sebagainya , biasanya kalau paket Rp1,8 miliar," katanya .

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online