Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Anggota Polsek Muntilan saat mengantar anak yang terlantar dengan orang tuanya, Jumat (3/4/2024)./ istimewa
Harianjogja.com, MAGELANG - Seorang Anak laki- laki berinisial WW berusia 10 tahun ditemukan di pinggir Jalan Raya Jogja Megelang, Dusun Gempol Desa Jumoyo Kecamatan Salam Kabupaten Magelang, Jumat (3/05/2024) pagi, sekitar pukul 07.00 wib.
Anak tersebut ditemukan oleh seorang ibu yang sedang berangkat kerja dan diajak naik kendaraan untuk diantar ke kantor kepolisian terdekat. Namun sesampainya di simpang tiga Tape Ketan Muntilan, anak tersebut diserahkan kepada petugas Bhabinkamtibmas Polsek Muntilan Aipda Moch. Abdoellah yang sedang bertugas mengatur lalu lintas.
"Anggota kami menerima penyerahan anak oleh seorang ibu, dan langsung diajak sarapan bubur karena kondisi anak tersebut pucat dan lemas," kata Kapolsek Muntilan AKP Abdul Muthohir, Jumat (3/05/2024)
Dijelaskan Muthohir, setelah WW dapat diajak berkomunikasi, dirinya mengajak Kanitbinmas Iptu Zaenal Arifin untuk segera menjemput Anak tersebut di warung bubur kacang hijau yang ada di samping Klenteng Muntilan.
"Kita antar anak tersebut selanjutnya ke orang tua yang bertempat tinggal kos di Gatak Lamat Desa Pucungrejo Muntilan," ungkapnya.
BACA JUGA: Nekat Jual Miras saat Ramadan, Warga Muntilan Disidang di Pengadilan
Dari pertemuan dengan orang tua anak tersebut, menurut Muthohir didapat informasi bahwa anak tersebut pagi hari bermain dengan adiknya. Karena terjadi salah paham, adiknya menangis sehingga WW dimarahi oleh orang tuanya.
"Ada kata-kata dari orang tuanya yang dianggap WW menyakitkan sehingga dia memutuskan pergi dari rumah. Padahal menurut pengakuan orang tuannya hal itu hanya dilakukan sebagai candaan saja," jelas Muthohir.
Kapolsek berpesan, hendaknya orang tua memberikan pendidikan dan pelajaran yang terarah kepada anak. Menasehati anak dengan bahasa yang bijak dan dapat dipahami oleh anak menjadi pilihan terbaik untuk mendidik anak. Sehingga peristiwa seperti ini tidak perlu terjadi.
"Nasehatilah dengan kata-kata yang baik dan tidak menyakitkan hati anak. Karena masa depan anak juga tergantung dari bagaimana karakter dia dibentuk sejak kecil," pesan Muthohir
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi