Pengusaha Tembaga di Boyolali Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Nimatul Faizah
Nimatul Faizah Sabtu, 04 Mei 2024 14:27 WIB
Pengusaha Tembaga di Boyolali Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Ilustrasi mayat bayi./JIBI

Harianjogja.com, BOYOLALI—Seorang pengusaha tembaga Bayu Handono, 36, Tumang, Cepogo, Boyolali ditemukan tewas di rumahnya, Jumat (3/5/2024) pukul 21.00 WIB. Korban ditemukan dalam keadaan bersimbah darah.

Saat kejadian ia tinggal sendirian di rumahnya Dukuh Kebonso, Kelurahan Pulisen, Kabupaten Boyolali. Diduga, ada beberapa barang miliknya yang hilang.

Salah satu tetangga korban, Yovita Almi menyebut rekan korban telah mengirimkan pesan WhatsApp kepada korban tapi tidak dijawab, sehingga teman korban mendatanginya. Ia melihat teman korban menangis di depan rumah Bayu dan menghampirinya.

BACA JUGA : Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan Mayat dalam Koper

Di sana, diketahui Bayu meninggal dunia dengan kondisi jenazah sudah dalam posisi telungkup dan banyak darah. “Kondisi darahnya sudah kering, sepertinya sudah lebih dari 24 jam. Luka enggak kelihatan, hanya kelihatan kakinya saja banyak darah. Ada bekas seretan dari ruang tengah ke dapur, mungkin Mas Bayu merangkak tapi enggak tahu,” katanya.

Almi mengaku tidak tahu apakah korban selama ini memiliki masalah. Ia juga merasa tidak mendengar keributan apa pun padahal biasanya bisa mendengar suara bersin dari rumah korban.

Ia mengatakan korban selalu mengunci pintu gerbangnya dari dalam. Sehingga, setiap tetangga yang mau datang bakal bertanya via pesan WhatsApp terlebih dahulu keberadaannya. Almi menilai agak aneh ketika dua hari atau sejak Kamis (2/5/2024) posisi pintu gerbangnya terbuka.

Kades Cepogo, Mawardi, membenarkan korban merupakanpengusaha tembaga di Cepogo yang beralamatkan di Dukuh Gunungsari RT 001 RW 015, Desa/Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali.

“Kesehariannya kalau pagi, dia memang memiliki usaha dari kerajinan logam. Tapi kalau sore atau malam kembali ke sini. Dia seorang diri karena orang tuanya ada di wilayah Kembangkuning, sehari-hari dengan masyarakat juga tidak ada masalah,” katanya dihubungi JIBI/Solopos, Sabtu (4/5/2024).

Mawardi menilai korban merupakan sosok yang baik, ramah, dan mudah bergaul dengan masyarakat. Walau sudah tidak tinggal di Tumang, pada Rabu (1/5/2024), Bayu masih ikut gotong royong dengan tetangga sekitar.

BACA JUGA : 30 Adegan Diperagakan dalam Rekonstruksi Pembunuhan Wanita di Indekos Kotabaru Jogja

Ia tidak tahu kondisi terakhir korban, akan tetapi berdasarkan keterangan polisi yang ia dapat, korban meninggal dunia dan ditemukan dalam kondisi tertelungkup. Mawardi menjelaskan mobil korban terlihat masih ada, akan tetapi untuk kendaraan roda dua milik Bayu tidak ada di Tumang ataupun di rumah korban. Kasus ini tengah ditangani oleh Polres Boyolali.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online