Tambang Emas Ilegal di Sungai Batang Tebo Ditindak, Sarana Tambang Dimusnahkan
Polres Bungo memusnahkan sarana PETI di Sungai Batang Tebo, termasuk alat penyaring emas dan tangki minyak berkapasitas 1.000 liter.
Ilustrasi perekaman e-KTP - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Ribuan pemilih pemula di Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah belum rekam data kartu tanda penduduk elektronik (KTP-E) menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2024.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Temanggung Bagus Pinuntun di Temanggung, Rabu, menyampaikan dari daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) sebanyak 618.000, yang belum terekam sekitar 8.000 penduduk.
"Mudah-mudahan nanti sampai titik hari H kita bisa menyelesaikan ini semuanya sebagai mana pemilu lalu, karena KTP-E ini sebagai syarat ikut dalam pemilihan," katanya, Rabu (29/5/2024).
Menurut dia sekarang problem memang di penduduk rentan, ini yang harus dieksekusi satu-satu walaupun tidak menggunakan hak pilihnya tetapi memang harus dilakukan.
"Kebanyakan mereka tidak menggunakan hak pilih, saya kira 10 persen yang tidak menggunakan hak pilih itu salah satunya adalah penduduk rentan, karena keterbatasan fisik dan sebagainya yang tidak bisa mendatangi lokasi tempat pemungutan suara," katanya.
BACA JUGA: Muncul Empat Nama di Bursa Calon Bupati Sleman, Ini Daftarnya
Ia menyampaikan dari 8.000 yang belum rekam KTP-E tersebut ditargetkan sampai Oktober 2024 atau sebelum pelaksanaan sudah selesaikan.
"Dari 8.000 penduduk yang belum rekam KTP-E tersebut, sekitar 1.500 tinggal di desa, kemudian 1000an SMP/SLB, sisanya ada di SMA, Insyaallah bisa kita selesaikan, nanti kita bergerak ke desa dulu, baru ke sekolah-sekolah. Kemarin sudah kami surati satu per satu by name by address," katanya.
Ia menuturkan kendala bagi mereka yang bekerja di luar daerah, kemudian penduduk rentan, karena merekam satu orang penduduk rentan dengan merekam 50 orang yang bukan penduduk rentan, pasang alatnya sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polres Bungo memusnahkan sarana PETI di Sungai Batang Tebo, termasuk alat penyaring emas dan tangki minyak berkapasitas 1.000 liter.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.