Awasi Kinerja Pantarlih, Bawaslu Temanggung Buka Posko

Newswire
Newswire Kamis, 04 Juli 2024 19:57 WIB
Awasi Kinerja Pantarlih, Bawaslu Temanggung Buka Posko

Ilustrasi Pilkada - Antara

Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Untuk mengawasi kinerja petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih), Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mendirikan posko kawal hak pilih dalam Pilkada 2024.

"Bagi masyarakat Kabupaten Temanggung nanti apabila belum dicoklit atau memenuhi syarat tetapi tidak masuk dalam pendaftaran dari pantarlih dapat melaporkan ke Bawaslu," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Temanggung Roni Nefriadi di Temanggung, Kamis (4/7/2024).

Ia menyampaikan untuk pelaporan di posko hak pilih di Bawaslu atau di panwascam masing-masing kecamatan dan juga lewat petugas di jajaran adhoc yaitu di Panwaslu kelurahan/desa (PKD).

"Untuk di lapangan kami juga melakukan pengawasan secara melekat, sehingga memang untuk fokus pengawasan adalah yang tidak memenuhi syarat (TMS) maupun yang memenuhi syarat (MS)," katanya.

Ia menjelaskan jika memenuhi syarat harus masuk daftar, begitu sebaliknya yang tidak memenuhi syarat tidak boleh didaftar.

Roni menuturkan dalam pencocokan dan penelitian (coklit) ini berdasarkan data kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK) ataupun IKD sehingga pantarlih benar-benar melakukan coklit antara DP4 yang dipegang sama dokumen kependudukan.

BACA JUGA: Didorong Maju di Pilkada Bantul, Ini Kata Singgih Raharjo

"Kalau ada yang TMS misalnya meninggal dunia, ini kesulitannya kita harus ada surat administrasi yaitu akta kematian, sehingga Bawaslu menginstruksikan seluruh jajaran adhoc ini harus betul-betul mencatat meskipun belum ada akta kematian," katanya.

Kemudian terkait dengan mengawal hak pilih dari alih status TNI/Polri ke sipil, berarti sudah pensiun ataupun sebaliknya dari sipil menjadi TNI/Polri ini tidak memenuhi syarat.

"Sejauh ini pengawasan di lapangan kita hanya menemukan ketidaksesuaian prosedur saja, misalnya pantarlih tidak meminta dokumen kependudukan untuk mencocokkan dan meneliti dan langsung ditegur oleh pengawas pemilu di desa," katanya.

"Kemudian juga ada yang tidak membawa atribut, misalnya topinya tidak dipakai, hal ini langsung ditegur di lapangan saat itu juga, tetapi untuk yang sifatnya semacam pelanggaran belum ditemukan," ujar lagi.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online