KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Polisi memasang garis kuning di sekitar kolam SMAN 1 Cawas, Klaten, tempat ketua OSIS setempat meninggal tersetrum di hari ulang tahunnya, Senin (8/7/2024). (Istimewa)
Harianjogja.com, KLATEN — Seorang Ketua OSIS SMAN 1 Cawas, Klaten, meninggal dunia diduga karena kesetrum saat diceburkan ke kolam di halaman sekolah, Senin (8/7/2024). Korban beinisial FN itu diceburkan ke kolam saat sedang berulang tahun.
Kapolsek Cawas, Iptu Umar Mustofa, menjelaskan kronologi kejadian tragis tersebut. Beberapa waktu terakhir, OSIS SMAN 1 Cawas merencanakan kegiatan pengembangan prestasi minat dan bakat siswa yang bakal digelar pada 25 Juli 2024.
Pada Senin (8/7/2024), pengurus OSIS berkumpul untuk membahas persiapan kegiatan itu seperti rencana sebelumnya. Di saat bersamaan, ada teman korban yang mengetahui hari Senin itu FN ternyata berulang tahun.
Teman-temannya kemudian memberikan kejutan. Selepas FN menunaikan salat, oleh teman-temannya dia ditaburi tepung dan diceburkan ke kolam. Korban sempat berusaha keluar dari kolam dengan kedalaman sekitar 1,75 meter itu.
Namun, korban mengalami kram sehingga tidak bisa berenang. Temannya kemudian berusaha menolong. “Korban sempat berusaha mentas [keluar dari kolam] kemudian menginjak setrum itu. Dikiranya kram, padahal dia tersetrum,” kata Kapolsek saat dihubungi Solopos.com, Senin.
“Tahunya dia tersetrum saat temannya turun. Temannya menolong. Awalnya satu orang turun tersetrum kemudian naik dan mematikan setrum. Satu temannya lagi [yang ikut menolong] sempat mengalami sesak napas kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” lanjut Kapolsek.
BACA JUGA: Asal Usul Sedekah Kepala Kerbau Jelang 1 Sura di Lereng Merapi
Seusai kejadian itu, korban dilarikan ke rumah sakit. Namun, sesampainya di rumah sakit kondisi korban sudah meninggal dunia. Sementara satu temannya menjalani perawatan karena sempat mengalami sesak napas.
Terkait peristiwa itu, Umar mengatakan keluarga sudah menerima dan ikhlas atas peristiwa yang menimpa FN. Keluarga membuat surat pernyataan yang langsung dibuat oleh orang tua. “Pada intinya keluarga tidak mau melanjutkan proses tersebut dan kejadian diterima sebagai musibah,” jelas Umar.
Camat Cawas, Moh Prihadi, juga menjelaskan sebelumnya pengurus OSIS yang berjumlah sekitar 30 orang menggelar rapat untuk membahas kegiatan ajang kreasi minat bakat anak yang akan digelar pada 25 Juli mendatang.
Pada hari itu, FN yang merupakan ketua OSIS berulang tahun. Beberapa siswa kemudian spontan membuat kejutan. Prihadi membenarkan dua teman lainnya sempat berusaha menolong FN. Namun, saat menceburkan korban ke kolam mereka ikut tersetrum. Atas kejadian itu, FN meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.