Perkosa Pacar di Bawah Umur, Pemuda Wonogiri Ancam Sebar Video
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, NGAWI—Tragedi memilukan terjadi di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Sabtu (9/5/2026). Seorang bocah sekolah dasar berinisial MMA (11) meninggal dunia setelah tenggelam di kolam bekas tambang galian C saat berusaha menolong temannya yang terpeleset.
Korban diketahui merupakan siswa kelas IV SD asal Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar. Peristiwa ini menyita perhatian warga setempat karena terjadi saat korban menunjukkan aksi keberanian untuk menyelamatkan rekannya.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula ketika korban bersama delapan temannya memancing di area bekas tambang yang sudah lama tidak digunakan. Lokasi tersebut dikenal sebagai kolam bekas galian C dengan kedalaman cukup ekstrem.
Saat asyik memancing, salah satu anak terpeleset di bibir kolam dan jatuh ke dalam air. Melihat kejadian itu, korban secara spontan berusaha menolong temannya meskipun tidak memiliki kemampuan berenang.
Salah satu saksi, Bintang Raka Rosadi, mengaku sempat berusaha membantu kedua anak yang tercebur. Namun, ia hanya berhasil menyelamatkan satu anak, sementara korban tenggelam dan tidak kembali ke permukaan.
“Saya langsung menolong, tapi hanya bisa menyelamatkan satu anak. Korban tidak sempat tertolong,” ujarnya.
Pencarian Dramatis oleh Warga
Setelah korban hilang, anak-anak yang berada di lokasi langsung panik dan meminta bantuan warga sekitar. Tak lama kemudian, warga berdatangan dan berupaya melakukan pencarian di kolam tersebut.
Namun, proses pencarian tidak mudah. Kedalaman kolam yang mencapai sekitar tujuh hingga delapan meter menyulitkan upaya penyelaman. Selain itu, kondisi air yang keruh membuat visibilitas sangat terbatas.
Warga akhirnya menggunakan batang kayu panjang untuk meraba dasar kolam. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah kayu tersangkut pada pakaian korban.
Korban kemudian berhasil diangkat dari dasar kolam dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Minim Pengamanan Jadi Sorotan
Menurut warga setempat, kolam bekas galian C tersebut memang kerap dijadikan lokasi memancing oleh anak-anak. Namun, area itu tidak memiliki pengamanan maupun tanda peringatan yang memadai.
Kondisi ini dinilai sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak yang tidak memahami risiko kedalaman dan kondisi air.
Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Pelang Lor untuk dimakamkan.
Imbauan Keselamatan
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di lokasi berisiko tinggi seperti bekas tambang atau kolam dalam.
Orang tua diharapkan meningkatkan pengawasan, sementara pemerintah daerah didorong untuk segera memasang rambu peringatan dan pengamanan di lokasi-lokasi berbahaya guna mencegah kejadian serupa terulang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
Pasar murah HUT RI ke-81 digelar di Stadion Handayani Gunungkidul dengan 6 ton bahan pokok dan harga di bawah pasaran.
The Script dipastikan kembali menggelar konser di Indonesia Arena Jakarta pada 3 April 2027. Tiket presale mulai Rp650.000 dan dijual mulai 21 Agustus 2026.
Prabowo resmi umumkan proyek Giant Sea Wall sepanjang 575 km dari Banten-Gresik. Butuh waktu 15-20 tahun, lindungi 50 juta warga. Indonesia belajar dari Belanda
Elkan Baggott resmi masuk skuad Millwall untuk Championship 2026/2027. Bek Timnas Indonesia akan mengenakan nomor punggung 12 usai direkrut dari Ipswich Town.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menegaskan Marc Marquez dan Ducati masih menjadi ancaman besar dalam perebutan gelar MotoGP 2026 meski Jorge Martin memimpin k