Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Peluncuran Sesarengan Mengawasi Pemilihan 2024 di Lapangan drh. Soepardi Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jumat (12/7/2024). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah meluncurkan maskot dan tagline pengawasan Pilkada 2024 dalam Sesarengan Mengawasi Pemilihan 2024 di Lapangan drh. Soepardi Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jumat (12/7/2024) malam.
Maskot yang diluncurkan berupa gambar Burung Hantu yang diberi nama Wasra dan Wasri, serta tagline-nya “Sesarengan Ngawasi” yang memiliki arti bersama mengawasi.
BACA JUGA: Bawaslu Sleman Bekali Panwascam dengan Kemampuan Kehumasan dan Pemanfaatan Medsos
Acara yang berakhir menjelang tengah malam dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jateng dan Kabupaten, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah dan Kabupaten, pimpinan partai politik, serta jajaran Bawaslu seJawa Tengah.
Guna memeriahkan kegiatan, dihadirkan seniman/penyanyi Gilga Sahid yang tampil dengan sejumlah lagu untuk menghibur penonton.
Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Jateng, Nur Kholiq mengatakan maskot bergambar burung hantu hampir mirip dengan maskot nasional. Namun, Bawaslu Jateng menambahkan unsur lokal yaitu memakai blangkon, baju lurik, batik dan kembang kantil.
"Ada modifikasi busana blangkon dan lainnya itu mengandung maksud bahwa dalam pengawasan ini mengakomodasi sentuhan lokal kearifan yang ada di Jawa Tengah," katanya.
Adapun tagline ini memberikan spirit bagi seluruh keluarga Bawaslu Jawa Tengah yang dimaknai ingin mengajak masyarakat seluruh Jawa Tengah khususnya yang sudah memiliki hak pilih, 28,5 juta orang yang saat ini sedang diawasi untuk proses coklit untuk bersama-sama berpartisipasi dalam pengawasan pemilu.
"Mengapa ini kami sampaikan? Karena jumlah pengawas pemilu di Jawa Tengah ini terbatas sementara potensi pelanggaran yang ada ini sangat besar," katanya.
Kepala Kesbangpol Provinsi Jateng Haerudin mengatakan suksesnya pelaksanaan Pilkada 2024 ini dapat dilihat dari partisipasi masyarakat yang tinggi, lancarnya setiap tahapan pemilu, serta terjaganya iklim kondusif serta layanan pemerintahan berjalan tanpa gangguan.
"Keberhasilan Pilkada 24 juga tak lepas dari peran seluruh elemen pengawasan mulai pemerintah pusat, daerah, pasangan calon, parpol, media dan masyarakat umum. Peran pengawasan dalam pilkada sangat penting untuk membangun pilkada yang berkualitas dan berintegritas," katanya.
Ia berharap seluruh prosesnya pilkada diawasi dengan cermat. Pengawasan partisipatif melibatkan masyarakat dalam pilkada. Peran aktif masyarakat sangat penting untuk pilkada yang jujur dan adil, meminimalisir konflik, meningkatkan integritas dan legitimasi kepemimpinan dan demokrasi di Indonesia," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.
Rupiah menguat ke Rp17.653 per dolar AS di tengah penguatan dolar global dan sentimen suku bunga The Fed serta konflik Timur Tengah.