Siswa SD Meninggal Seusai Tertimpa Patung di Museum Ronggowarsita
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Pemakaman - Ilustraso/Freepik
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Warga usun Jati, Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo menemukan sesosok mayat bocah berjenis kelamin laki-laki di saluran irigasi desa setempat pada Senin (22/7/2024) sekitar pukul 14.20 WIB. Warga sempat mengira mayat bocah laki-laki itu boneka.
Seperti dikutip dari Solopos.com jaringan Harianjogja.com mayat bocah laki-laki mengapung di saluran irigasi primer di wilayah Desa Mulur, Kecamatan Bendosari. Saat ditemukan, mayat tersebut memakai kaus warna biru dan celana pendek krem. Warga setempat sempat mengira mayat yang mengapung di air itu boneka. Setelah didekati warga, ternyata sesosok mayat.
BACA JUGA : Jenazah yang ditemukan di Dam Jembatan Kretek 1 Diduga Korban Kali Code
Warga setempat langsung berusaha mengevakuasi mayat bocah laki-laki itu. Sementara warga lainnya menghubungi Polsek Bendosari. Tak berapa lama kemudian, polisi dan relawan tiba di lokasi kejadian.
“Saya tadi juga lewat di sekitar lokasi kejadian. Sudah banyak orang. Mayat bocah laki-laki itu langsung dievakuasi ke ambulan dan dibawa ke rumah sakit,” kata Kepala Desa Mulur, Sugeng Riyadi.
Mayat di saluran irigasi Sukoharjo itu diperkirakan berusia delapan tahun atau sembilan tahun. Kemungkinan, mayat bocah laki-laki terbawa arus air saluran irigasi dan mengapung di sekitar lokasi kejadian. Arus saluran irigasi Dam Colo cukup deras.
Camat Bendosari, Firmansyah Maymora, mengatakan identitas mayat bocah laki-laki yang ditemukan di saluran irigasi merupakan warga Kelurahan Begajah, Kecamatan Sukoharjo. Pihak keluarga sudah dihubungi dan sedang dalam perjalanan ke RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Primbon Jawa menyebut Minggu Wage menjadi hari pantangan bagi weton Kamis Legi dan Kamis Pahing untuk acara penting.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa