Solo Prioritaskan Guru dan Nakes di CASN 2026

Wahyu Prakoso
Wahyu Prakoso Rabu, 13 Mei 2026 18:07 WIB
Solo Prioritaskan Guru dan Nakes di CASN 2026

Ilustrasi ASN - Freepik

Harianjogja.com, SOLO—Pemerintah Kota Solo menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan kekurangan tenaga kependidikan (tendik) yang menjadi tantangan serius di sektor pendidikan. Wali Kota Solo, Respati Ardi, memastikan bahwa guru dan tenaga kesehatan (nakes) akan menjadi prioritas utama dalam rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN) mendatang.

Respati menyampaikan optimisme bahwa persoalan tenaga pendidik di Solo dapat diselesaikan dengan baik melalui langkah strategis yang tengah disiapkan pemerintah daerah.

“Kami kuat, kami mampu. Kami komitmen tenaga pendidik di Solo itu semuanya kami selesaikan dan kami pekerjakan dengan baik. Jadi tidak ada masalah sama sekali terhadap tenaga pendidikan di Solo, itu menjadi fokus utama,” kata dia.

Jamin Kesejahteraan Guru di Atas Standar Minimum

Selain memastikan ketersediaan tenaga pendidik, Pemkot Solo juga menaruh perhatian besar pada aspek kesejahteraan. Respati menegaskan bahwa guru akan mendapatkan penghasilan yang layak bahkan di atas standar minimum.

“Tidak usah khawatir, kami tetap akan memberikan kesejahteraan yang layak. Di atas UMR yang paling bawah standarnya paling baik, kesejahteraan guru jadi utama prioritas di Solo,” lanjut dia.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menarik minat tenaga pendidik profesional untuk bergabung.

Fokus Layanan Dasar: Pendidikan dan Kesehatan

Dalam rencana rekrutmen CASN berikutnya, Pemkot Solo akan mengajukan formasi khusus untuk guru dan tenaga kesehatan kepada pemerintah pusat. Kedua sektor ini dinilai sebagai layanan dasar yang harus dipenuhi secara optimal.

“Kami buka permohonan untuk buka CPNS untuk yang tendik, kan kami sudah sampaikan hanya dua. Yang utama untuk buka dulu tendik dan nakes. Jadi itu sebagai layanan dasar kita paripurnakan pendidikan dan kesehatan di Solo,” ujar dia.

Kekurangan Guru Jadi PR Besar

Di balik optimisme tersebut, Pemkot Solo masih menghadapi tantangan besar. Tercatat ada 154 guru non-ASN yang saat ini mengisi kekosongan, sementara 250 guru ASN akan memasuki masa pensiun sepanjang 2026.

Artinya, total kebutuhan guru yang harus segera diantisipasi mencapai 404 orang.

Kondisi ini semakin krusial dengan adanya kebijakan terbaru yang berpotensi mengakhiri status guru non-ASN pada 2027, sehingga diperlukan solusi jangka panjang.

Untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar, Pemkot Solo juga menjalin kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Mahasiswa PPG diharapkan dapat mengisi kebutuhan sementara melalui program magang.

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif untuk pendidikan anak usia dini, termasuk dukungan bagi sekolah swasta.

Penjelasan Dinas Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Dwi Ariyatno, menegaskan bahwa kebutuhan guru harus dipenuhi oleh tenaga yang memiliki kompetensi dan kualifikasi sesuai standar.

“Kebutuhan guru itu sesuai kemampuan teknis untuk melakukan proses pembelajaran didukung dengan kualifikasi pendidikan dan sertifikat profesi keahlian yang itu nanti bisa kami tugaskan untuk mengajar,” jelas dia.

Ia juga mengakui bahwa secara ideal seluruh kebutuhan guru dipenuhi oleh ASN, namun kondisi di lapangan masih menunjukkan adanya kekosongan.

"Jadi, deskripsi guru itu seperti itu. Terkait dengan statusnya memang kalau merujuk pada ketentuan Undang-Undang ASN itu harapannya di seluruh negeri semuanya diampu oleh para pendidik dari ASN baik PNS maupun PPPK. Tetapi faktanya bahwa sampai dengan saat ini kita masih ada kekosongan," tambahnya.

Solusi Jangka Panjang Dikebut

Dengan kombinasi rekrutmen CASN, kolaborasi pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan, Pemkot Solo berharap mampu menutup kekurangan tenaga pendidik secara bertahap.

Langkah ini menjadi penting agar kualitas pendidikan di Solo tetap terjaga, sekaligus memastikan tidak ada kekosongan tenaga pengajar di sekolah-sekolah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : espos.id

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online