Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Petugas pemadam kebakaran dari Bidang Damkar Satpol PP Sragen menyemprotkan air ke titik bara api di lokasi rumah warga yang terbakar di Dukuh Buduran, Desa Peleman, Kecamatan Gemolong, Sragen, Minggu (11/8/2024). (Istimewa/Polres Sragen)
Harianjogja.com, SRAGEN—Tiga rumah warga di Dukuh Buduran, RT 018, Desa Peleman, Kecamatan Gemolong, Sragen, terbakar pada pada Minggu (11/8/2024). Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebutm namun turut hangus terbakar dua unit sepeda mtor dan tiga ekor kambing.
Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi melalui Kasi Humas Polres Sragen AKP Sigit Sudarsono kepada wartawan, Senin (12/8/2024), mengungkapkan tiga rumah warga yang hangus terbakar milik Pono, 41, Tugiyem, 71, dan Agus Supriyanto, 33.
Promosi Pegadaian Resmikan Masjid Al Hikmah Pekanbaru Wujud Kepedulian Tempat Ibadah
Ketiga rumah itu terletakl berdekatan dan masih dalam lingkungan RT 018, Dukuh Buduran, Peleman, Gemolong.
Sigit menerangkan peristiwa kebakaran terjadi pada pukul 13.00 WIB. Dia mengatakan kebakaran berawal dari rumah Pono yang dalam kondisi kosong. Waktu itu, lanjutnya, Pono tengah pergi mengikuti kerja bakti di lingkungannya sedangkan istrinya pergi arisan RT.
Pada pukul 13.40 WIB, kata Sigit, warga yang sedang bekerja bakti melihat ada kepulan asap dari rumah Pono. Warga beramai-ramai menuju rumah korban untuk mengecek.
“Sesampainya di rumah Pono ternyata rumah bagian belakang sudah hangus terbakar. Warga berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya tetapi api terlalu besar dan sulit dipadamkan. Angin kencang membawa api merembet ke dua rumah warga lainnya, yakni milik Tugiyem dan Agus Supriyanto. Warga menghubungi pemadam kabakaran,” jelas Sigit.
BACA JUGA: Kekeringan Melanda Tiga Kecamatan di Sragen, Dropping Air Dimulai
Dia mengatakan dalam waktu singkat tiga unit truk pemadam kebakaran dari Gemolong dan Sragen datang untuk memadamkan api. Sekitar pukul 15.00 WIB, api yang melalap tiga rumah warga berhasil dipadamkan.
Sigit mengungkapkan rumah Pono yang terbakar berukuran 8 meter x 12 meter. Turut hangus pula mesin pompa air satu unit, satu unit motor Honda Tiger, satu unit motor Honda Supra, tiga ekor kambing, dan surat-surat berharga.
Kemudian rumah Tugiyem berukuran 7 meter x 10 meter yang terbuat dari kayu jati ikut terbakar. Selain itu, rumah milik Agus Supriyanto juga ikut terbakar yang terbuat dari batako berukuran 8 meter x 10 meter. “Total kerugian tiga rumah itu diperkirakan mencapai Rp150 juta,” ujarnya.
Sigit mengungkapkan berdasarkan hasil olah kejadian perkara serta pengumpulan bahan keterangan para saksi, penyebab kebakaran tersebut diduga karena korsleting yang bersumber dari kandang kambing. Dia mengatakan ketiga rumah itu masih berdekatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : solopos.com
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Target PLTS 100 GWp dinilai menunjukkan arah energi bersih Indonesia. Namun, jaringan transmisi dan baterai menjadi tantangan utama.
Kasus kebakaran di Jogja mencapai 62 kejadian hingga Agustus 2026. Baru 20 kampung memiliki hidran dan 11% RT dilengkapi APAR.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 9-2 atas Bangladesh dan mengungguli Malaysia yang menang 6-0 atas Singapura.
Supermarket bangunan dan elektronik di Berbah terbakar Kamis siang. Sekitar 20 armada damkar dikerahkan, ratusan kendaraan ikut terbakar.