Wayang Kulit Meriahkan Tukar Budaya Magelang-Karanganyar
Tukar budaya Magelang–Karanganyar meriah dengan wayang kulit dan peluncuran Gerakan Sanggar Seni Sekolah di Secang.
Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Bupati tentang Penanganan Anak Tidak Sekolah, di Balkondes Wringinputih Borobudur, Rabu (16/10/2024). – ist
Harianjogja.com, MAGELANG—Jumlah anak tidak sekolah di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah masih ribuan. Pemkab pun melakukan sejumlah upaya guna terus menekan jumlah anak tidak sekolah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda dan Litbangda) Kabupaten Magelang, Taufik H. Yahya menyebutkan jumlah anak tidak sekolah usia 7-18 tahun di Kabupaten Magelang berubah dari tahun ke tahun.
Pada 2022 sebanyak 128 anak, tahun 2023 sebanyak 2.058 anak dan tahun ini (sampai September 2024) 1.616 anak.
"Data menjadi kunci untuk penanganan anak tidak sekolah. Dari adanya data yang lengkap maka kemudian dilakukan intervensi," kata Taufik, dalam Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Bupati tentang Penanganan Anak Tidak Sekolah, di Balkondes Wringinputih Borobudur, Rabu (16/10/2024).
Pemerintah Kabupaten Magelang, katanya, melakukan upaya gotong royong untuk meningkatkan kepedulian terhadap pendidikan. Upaya ini dilakukan melibatkan stakeholders seperti Komunitas Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP).
Selain itu, menurutnya, payung hukum juga penting. Rancangan Peraturan Bupati diharapkan bisa segera ditetapkan sehingga pada 2025, penanganan anak tidak sekolah bisa dilakukan lebih cepat, lebih tertata dan terlindungi. Pendanaan juga diharapkan tidak hanya dari APBD tetapi juga dari pemerintah desa, serta nonpemerintah.
BACA JUGA: Ini Penyebab Sakit Kepala Saat Bangun Tidur
"Anak tidak sekolah diberikan penanganan agar mereka bisa kembali ke sekolah. Urgensi penanganan anak tidak sekolah ini akan dirasakan pada 25-30 tahun mendatang. Anak-anak usia sekolah saat ini akan menjadi generasi emas pada tahun 2040 sehingga pendidikan sangat penting untuk mereka," jelas Taufik.
Ketua KMPP, Eko Triyono mengatakan anak tidak sekolah lebih banyak ditemukan di wilayah perdesaan atau pegunungan.
Di kawasan tersebut anak tidak sekolah juga dipengaruhi oleh tradisi di masyarakat sehingga penanganan dilakukan melalui upaya pendekatan agar masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap pendidikan.
"Kami mengajak masyarakat setempat agar lebih peduli terhadap pendidikan, dimulai dari lingkungan sekitarnya, agar anak-anak bisa sekolah setinggi-tingginya," kata Eko Triyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tukar budaya Magelang–Karanganyar meriah dengan wayang kulit dan peluncuran Gerakan Sanggar Seni Sekolah di Secang.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.