Hotel Santika Gunungkidul Salurkan 20 Tangki Air Bersih
Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) di Dusun Klayu, Gude 1, dan Gude 2, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungki
Rembug Para Pegiat Wisata dan Ekonomi kreatif untuk Magelang Semakin Melanglang. /Istimewa.
MAGELANG—Puluhan pegiat pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Magelang berkumpul bersama. Dalam kegiatan ini, tercapai kesepakatan para insan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mempromosikan tagline Melanglang Magelang guna mendongkrak promosi wisata Kabupaten Magelang.
Kegiatan bertajuk "Rapat Komunitas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Sosialisasi Logo dan Tagline Melanglang Magelang" merupakan inisiasi dari Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang.
Sekretaris Disparpora Kabupaten Magelang, Ari Kuswardani, mengatakan kumpul dan rembug bersama ini untuk menampung semua ide, masukan, hingga rancangan-rancangan program ke depan bagi Magelang. Seluruh masukan dari pelaku maupun perhimpunan wisata nantinya menjadi pembahasan di rancangan peraturan daerah (Raperda) Kabupaten Magelang.
BACA JUGA : Perhatian! Objek Wisata Gunung Tidar Magelang Tutup Sementara pada 22-27 Oktober 2024
"Wisata ada wadahnya di raperda, tetap diupayakan semaksimal mungkin, untuk program yang akan berlaku mulai 2025 hingga 2034. Program perlu semakin disempurnakan. Ruang diskusi ini menjadi peluang meracik ide, serta masukan untuk menambah program yang ada di Magelang," kata Ari dalam kegiatan di Tourism Information Center Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (24/10/2024).
Di momen ini pula, Disparpora Kabupaten Magelang mengajak semua pegiat wisata untuk turut mempromosikan tagline Melanglang Magelang. Logo tagline tersebut berupa stupa Candi Borobudur. Dengan segala aset yang potensial, maka perlu kerja sama segala pihak untuk mempromosikan Melanglang Magelang.
"Sejak logo dan tagline Melanglang Magelang dirilis pada Juli 2024 lalu, apabila pagiat wisata ada acara, bisa membantu memasarkan dan menyosialisasikan Melanglang Magelang," katanya.
Disparpora Kabupaten Magelang tidak bisa berjalan sendiri, termasuk dalam mengembangkan wisata. Dengan kolaborasi sesuai kekuatannya masing-masing, maka potensi pengembangan dan pemajuan wisata akan semakin besar. Pada akhirnya nanti, kemajuan wisata di Magelang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Para pegiat wisata yang datang berasal dari banyak kalangan, mulai dari pengelola hotel, pengelola homestay, pelaku usaha kecil menengah, pengrajin, pengurus asosiasi wisata, hingga pelaku wisata minat khusus. Salah satu pengamat pariwisata, Habib Sholeh, mengapresiasi pembuatan logo dan tagline Melanglang Magelang. Melanglang bisa berarti berkeliling atau mengembara.
Artinya wisatawan tidak hanya berlibur ke satu destinasi saja, tapi harapannya bisa ke banyak tempat di Magelang. Dengan konsep ini, Habib merasa perlu adanya sinergi pelaku wisata. "Enggak zamannya lagi antar pelaku wisata saling menjelekkan, justru semua destinasi wisata perlu kerja sama. Peran Disparpora Kabupaten Magelang penting di sini," katanya.
Peserta diskusi lain, General Manager Artos Hotel & Convention Magelang, Sugeng Sugiantoro, mengatakan Magelang memiliki banyak potensi wisata. Dia merasa perlu penguatan secara internal, berupa pendataan ulang potensi wisata unggalan di Magelang. "Tentang pendataan ulang, misalnya produk yang luar biasa potensial bisa disinergikan. Tidak boleh ada saingan antar pribadi. Apabila suatu destinasi terkenal, maka semua juga akan menikmati," katanya.
Sementara itu, pelaku wisata minat khusus arum jeram, Prayitno, menganggap penting dan mendesaknya keberadaan festival di Magelang. Dengan semakin banyak festival dengan berbagai tema, maka banyak pelaku wisata yang akan terdampak secara positif.
"Wajib untuk mengadakan festival di segala lini dihidupkan kembali. Harapannya ekonomi semakin bergerak," katanya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) di Dusun Klayu, Gude 1, dan Gude 2, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungki
Simak jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo pada Senin 17 Agustus 2026, lengkap dengan jam keberangkatan dari Tugu dan Kutoarjo.
Sukardi meraih gelar doktor di FH UII setelah meneliti nalar hakim dalam pembuktian kesengajaan ganda pada kasus korupsi kolektif.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Stasiun Tugu Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Simak jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Tiga orang yang disebut anggota OPM tewas dalam kontak senjata dengan TNI di Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.