ARSIP MENYAPA: Merawat Memori Kolektif Melalui Arsip
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Rapat Komunitas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Sosialisasi Logo dan Tagline Melanglang Magelang di di Kantor Tourism Information Center Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (24/10/2024)./Sirojul Khafid
MAGELANG—Puluhan pegiat pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Magelang berkumpul bersama. Dalam kegiatan ini, tercapai kesepakatan para insan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mempromosikan tagline Melanglang Magelang guna mendongkrak promosi wisata Kabupaten Magelang.
Kegiatan bertajuk Rapat Komunitas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Sosialisasi Logo dan Tagline Melanglang Magelang merupakan inisiasi dari Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang.
Sekretaris Disparpora Kabupaten Magelang, Ari Kuswardani, mengatakan kumpul dan rembug bersama ini untuk menampung semua ide, masukan, hingga rancangan-rancangan program ke depan bagi Magelang.
Seluruh masukan dari pelaku maupun perhimpunan wisata nantinya menjadi pembahasan di rancangan peraturan daerah (raperda) Kabupaten Magelang. "Wisata ada wadahnya di raperda, tetap diupayakan semaksimal mungkin, untuk program yang akan berlaku mulai 2025-2034. Program perlu semakin disempurnakan. Ruang diskusi ini menjadi peluang meracik ide, serta masukan untuk menambah program yang ada di Magelang," kata Ari dalam kegiatan yang digelar di Tourism Information Center Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis (24/10/2024) tersebut.
Di momen ini pula, Disparpora Kabupaten Magelang mengajak semua pegiat wisata untuk turut mempromosikan tagline Melanglang Magelang.
Logo tagline tersebut berupa stupa Candi Borobudur. Dengan segala aset yang potensial, maka perlu kerja sama segala pihak untuk mempromosikan Melanglang Magelang. "Sejak logo dan tagline Melanglang Magelang dirilis pada Juli 2024 lalu, apabila pegiat wisata ada acara, bisa membantu memasarkan dan menyosialisasikan Melanglang Magelang," katanya.
Disparpora Kabupaten Magelang tidak bisa berjalan sendiri, termasuk dalam mengembangkan wisata.
Dengan kolaborasi sesuai kekuatannya masing-masing, maka potensi pengembangan dan pemajuan wisata akan semakin besar. Pada akhirnya nanti, kemajuan wisata di Magelang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Para pegiat wisata yang datang berasal dari banyak kalangan, mulai dari pengelola hotel, pengelola homestay, pelaku usaha kecil menengah, perajin, pengurus asosiasi wisata, hingga pelaku wisata minat khusus.
Salah satu pengamat pariwisata, Habib Sholeh, mengapresiasi pembuatan logo dan tagline Melanglang Magelang.
Melanglang bisa berarti berkeliling atau mengembara. Artinya wisatawan tidak hanya berlibur ke satu destinasi, tetapi harapannya bisa ke banyak tempat di Magelang.
Dengan konsep ini, Habib merasa perlu adanya sinergi pelaku wisata. "Enggak zamannya lagi antarpelaku wisata saling menjelekkan, justru semua destinasi wisata perlu kerja sama. Peran Disparpora Kabupaten Magelang penting di sini," katanya.
Peserta lainnya, General Manager Artos Hotel & Convention Magelang, Sugeng Sugiantoro, mengatakan Magelang memiliki banyak potensi wisata.
Dia merasa perlu penguatan secara internal, berupa pendataan ulang potensi wisata unggalan di Magelang. "Tentang pendataan ulang, misalnya produk yang luar biasa potensial bisa disinergikan. Tidak boleh ada saingan antarpribadi. Apabila suatu destinasi terkenal, maka semua juga akan menikmati," katanya.
Sementara itu, pelaku wisata minat khusus arum jeram, Prayitno, menganggap penting dan mendesaknya keberadaan festival di Magelang. Dengan semakin banyak festival dengan berbagai tema, maka banyak pelaku wisata yang akan terdampak secara positif. "Wajib untuk mengadakan festival di segala lini dihidupkan kembali. Harapannya ekonomi semakin bergerak.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.