SE Mendikdasmen Terbit, 549 Guru Honorer Sragen Terancam Tergusur
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KLATEN – Warga Dukuh Bayemrejo, Desa Kalikebo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten menemukan bayi perempuan tanpa identitas terkubur di kebun, Senin (28/10/2024).
Lokasi penemuan berada di kebun warga berdekatan dengan sungai yang mengering. Mayat bayi itu kali pertama ditemukan pemilik kebun bernama Suparna, 51.
Sebelumnya, Suparna membersihkan kebun sekitar pukul 08.00 WIB. Dia kemudian membuang sampah di pinggir sungai yang bersebelahan dengan kebunnya. Dia curiga kondisi tanah di dekat fondasi tempat biasanya dia duduk setelah berkebun yang basah bekas disiram air. Suparna memanggil keponakannya untuk bersama-sama mengecek tanah tersebut. Dengan perlahan, Suparno bersama keponakannya menggali dari sisi samping menggunakan cangkul kecil.
Awalnya dia mengira tanah basah itu digunakan untuk mengubur bangkai binatang seperti ayam maupun kucing. Dia pun sempat menyangka bekas galian dan siraman air itu sebagai guna-guna. “Setelah digali terus kemudian terlihat jari kaki bayi,” kata Suparna saat ditemui di rumahnya, Senin.
BACA JUGA: Bayi yang Dibuang di Kulonprogo Dikembalikan ke Ibunya, Dinsos Berikan Pendampingan
Melihat hal tersebut, Suparna langsung memberitahukan ke ketua RT setempat yang kemudian berkoordinasi dengan Polsek serta petugas kesehatan. “Kedalamannya sekitar 25 sentimeter. Sepertinya yang menggali pakai linggis. Karena tanah itu keras dan dulu tanah uruk,” kata Suparna. Diperkirakan bayi dikuburkan pada Senin dini hari. Sementara, bayi diperkirakan sudah meninggal beberapa hari sebelum dikubur di kebun tersebut. “Saya sendiri kasihan melihat kondisinya. Tidak dibungkus apa-apa. Bayi itu terkubur dengan posisi miring,” kata Suparna.
Suparna mengungkapkan setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dan kepolisian, bayi perempuan tersebut dimakamkan warga selayaknya jenazah pada umumnya. Lokasi pemakaman di kompleks permakaman umum setempat.
Kepala Desa (Kades) Kalikebo, Purwanto, membenarkan informasi tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis serta kepolisian, bayi perempuan itu dimakamkan selayaknya jenazah pada umumnya dengan dikafani di makam Dukuh Dosaran tak jauh dari lokasi penemuan. “Untuk jenis kelaminnya perempuan,” kata Purwanto saat dihubungi espos.id, Senin.
Hal senada disampaikan Kapolsek Trucuk, AKP Muslimin. Dia menjelaskan bayi perempuan itu ditemukan warga setempat. Polsek Trucuk yang mendapatkan laporan terkait penemuan mayat bayi itu langsung mendatangi lokasi kejadian bersama petugas kesehatan. Berdasarkan pemeriksaan petugas medis Puskesmas setempat, bayi perempuan itu sudah berumur tujuh bulan atau 28 minggu. Bayi memiliki berat 8 ons dengan panjang 32 sentimeter dan lingkar kepala 17 sentimeter. Diperkirakan, bayi itu sudah meninggal sekitar dua hari sebelum ditemukan terkubur di kebun warga.
Identitas bayi maupun orang yang dicuriga mengubur bayi itu hingga kini masih diselidiki polisi. Bayi ditemukan terkubur di tanah dengan kedalaman sekitar 25 sentimeter. “Inafis Polres Klaten tadi juga mendatangi lokasi,” kata Muslimin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Kemenhaj temukan dugaan pungli layanan kursi roda haji di Makkah. Tarif mencapai Rp10 juta, jauh di atas harga resmi.
Harga sapi impor naik, peternak lokal diuntungkan. Namun pakar UGM memperingatkan ancaman serius bagi populasi sapi nasional.
Huawei MatePad Pro Max siap meluncur dengan RAM hingga 20GB, layar OLED 144Hz, dan baterai 10.400 mAh.
KPK umumkan harta kekayaan Presiden Prabowo Subianto 2025 mencapai Rp2,06 triliun. Ini rincian lengkap asetnya.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.