Bawaslu Bantul Berharap Pemilihan Lurah Tak Diwarnai Politik Uang
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Petugas PLN mengecek kondisi instalasi listrik di Gardu Listrik Ngarsopuro./Istimewa
SOLO—Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan sekaligus semangat para pejuang kelistrikan dalam mempertahankan kedaulatan energi di Indonesia, PLN melakukan revitalisasi Cagar Budaya Gardu Listrik Ngarsopuro di Kota Surakarta.
Gardu listrik yang memiliki nama julukan Babon Aniem ini dibangun oleh Algemeene Nederlandsche Indische Electriciteits Maatschappij/sebuah perusahaan listrik swasta milik pemerintah Hindia Belanda yang bergerak di bidang ketenagalistrikan.
Pada Kamis (14/11) telah digelar acara Soft Opening Cagar Budaya Gardu Listrik Ngarsopuro yang dihadiri langsung oleh PJ Wali Kota Surakarta Dhoni Widianto, KGPAA Mangkoenagoro X dari Kadipaten Mangkunegaran, KGPH Dipokusumo dari Keraton Surakarta Hadiningrat, serta Direktur Legal dan Manajemen Human Capital (DIR LHC) PT PLN (Persero) Yusuf Didi Setiarto beserta jajaran manajemen PT PLN (Persero).
KGPAA Mangkoenagoro X dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PLN yang telah turut mengawal bangunan bersejarah di Kota Surakarta, terutama Gardu Listrik Ngarsopuro yang terletak persis di depan gerbang Puro Mangkunegaran.
"Yang saya apresiasi dari upaya revitalisasi ini adalah, bangunan tua itu tidak hanya menjadi nostalgia masa lampau namun juga bisa menjadi bagian dari kehidupan masa kini yang bermanfaat untuk masyarakat. Gardu ini bisa menjadi tempat untuk bertemu, tempat untuk berkarya, bahkan menjadi tempat untuk belajar," ungkapnya.
Proses revitalisasi Gardu Listrik Ngarsopuro ini telah dimulai sejak bulan Mei tahun 2024. Sebelumnya wilayah gardu listrik seluas 658 meter persegi ini memang belum dimanfaatkan secara maksimal karena saat ini memang sudah tidak dipergunakan sebagai instalasi penyaluran listrik.
PLN bekerja sama dengan para mitra dan stakeholders membangun Museum pada bangunan gardu sebagai sarana edukasi sejarah ketenagalistrikan, serta Heritage Cafe di tanah kosong sekitar Gardu bagi para penikmat kuliner atau hanya untuk sekedar menikmati suasana Kota Surakarta yang asri.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan DIY, Sugeng Widodo menyampaikan bahwa saat ini Gardu Listrik Ngarsopuro telah bertransformasi menjadi ikon sejarah dan budaya yang hidup kembali di tengah kota.
Dia mengatakan lebih dari sekadar bangunan bersejarah, tempat ini menjadi ruang berkumpul, belajar, dan merajut kebersamaan yang dapat dikunjungi secara umum oleh masyarakat luas.
"Di Heritage Cafe, PLN bermitra dengan Pesen Kopi, masyarakat umum dapat sekedar makan atau ngopi menongkrong di sini. Tentunya sambil menikmati nuansa sejarah yang ada di Museum Gardu Listrik Ngarsopuro, masuk museum pun gratis tanpa dipungut biaya," ungkap Sugeng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Merakit Ayodya di Balai Muslimin, Kelurahan Warungboto
Jadwal semifinal voli pantai Asian Games 2026 Bintang/Sofyan vs Jepang, Kamis (1/10), pukul 13.00 WIB.
Raphinha dicoret dari skuad Brasil jelang laga perdana melawan India setelah mengalami edema otot di paha kanan.
Paspor Indonesia berada di peringkat 56 dunia dengan skor mobilitas 89, sementara Singapura dan Malaysia masuk tiga besar Global Passport Power Rank 2026.
Peneliti OpenAI dan Google DeepMind memperingatkan risiko AI yang mampu mengembangkan diri sendiri dan berpotensi sulit dikendalikan manusia.