Mahasiswa Jerman Siapkan Demo, Tolak Wajib Militer dan Penghematan
Kelompok muda Jerman Gen Z Regelt menyiapkan demo 31 Oktober dan menuntut pendidikan, perlindungan iklim, serta penolakan wajib militer.
Gladi resik pelaksanaan Tingalan Jumenengan atau kenaikan tahta ke-3 KGPAA Mangkunegara X di Solo, Jawa Tengah, Kamis (6/2/2025). Antara/Aris Wasita
Harianjogja.com, SOLO—Pura Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah jadwalkan menggelar Tingalan Jumenengan atau kenaikan tahta ke-3 KGPAA Mangkunegara X, hari ini Jumat (7/2/2025).
Pada persiapan yang terlihat, Kamis (6/2/2025), dilakukan gladi resik di halaman Pura Mangkunegaran. Terkait hal itu, Ketua Pelaksana Tingalan Jumenengan GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo mengatakan ada yang berbeda dari Tingalan Jumenengan kali ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Durasi akan lebih pendek, dari jam pukul 09.00-11.30 WIB karena bertepatan di Hari Jumat," katanya.
Meski lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya, ia menyebut tidak akan mengurangi kekhidmatan dari tradisi tahunan tersebut.
Ia juga memastikan untuk urutan prosesi tidak ada perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya. "Hanya mungkin yang lebih dipercepat saat dhaharan (makan)," katanya.
BACA JUGA: Heboh Gaji ke-13 ASN Bakal Dipangkas, Menteri Keuangan Pastikan Sudah Dianggarkan
Sementara itu, untuk persiapan acara Tingalan Jumenengan sudah dilakukan sejak sebulan lalu.
"Gladi kotor sudah kami lakukan, Kamis kami lakukan gladi resik. Koordinasi dengan pihak-pihak terkait juga sudah kami lakukan sejak jauh-jauh hari," katanya.
Sebagai rangkaian acara, dimulai dari wilujengan di Pendopo Ageng Puro Mangkunegaran, dilanjutkan dengan tarian Bedhaya Anglir Mendung yang dibawakan oleh tujuh orang penari. Durasi tarian itu sepanjang 45 menit.
"Kemudian dilanjutkan dengan acara selanjutnya seperti Tingalan Jumenengan sebelum-sebelumnya, ada wisuda dan makan siang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kelompok muda Jerman Gen Z Regelt menyiapkan demo 31 Oktober dan menuntut pendidikan, perlindungan iklim, serta penolakan wajib militer.
Revitalisasi pasar di Sleman terkendala anggaran. Disperindag mengalokasikan sekitar Rp1,8 miliar untuk pemeliharaan 32 pasar pada 2026.
Bibit siklon tropis 91B berpotensi memicu hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia hingga akhir Oktober 2026.
Kulon Progo menargetkan TPT 1,90%-2,45% pada 2027 melalui pelatihan BLK, job fair, dan program padat karya.
Metranet dan Jayantara menjalin kerja sama untuk memperluas solusi digital di sektor pendidikan, mulai dari penerimaan peserta didik hingga pengelolaan
Bulog memeriksa sekitar 2.000 RPK serentak untuk mencegah penyalahgunaan beras SPHP dan memastikan penyaluran sesuai ketentuan.