New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Situasi exit tol Prambanan di Jogonalan, Klaten, Minggu (22/12/2024). Tampak ratusan kendaraan memanfaatkan Tol Jogja Solo yang beroperasi secara fungsional keluar dari GT Prambanan. Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, KLATEN— Untuk memastikan kesiapan jalur fungsional tol Solo-Jogja dari Prambanan hingga Purwomartani menghadapi arus mudik dan balik Lebaran mendatang, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah (Jateng) menggelar survei kesiapan jalur tol Solo-Jogja, Selasa (18/2/2025).
Survei dipimpin Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Sonny Irawan, bersama sejumlah pejabat lalu lintas dari Polda Jateng dan Polda DIY serta perwakilan dari pengelola jalan tol dan operator terkait. Lokasi survei mencakup wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, serta Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kombes Sonny menekankan pentingnya koordinasi antara kepolisian dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) guna menetapkan indikator yang menjadi pedoman dalam menentukan cara bertindak (CB) selama masa arus mudik dan balik Lebaran.
“Hal ini untuk memastikan kesiapan jalur tol Solo-Jogja dan tol fungsional dari Prambanan hingga Purwomartani," kata Dirlantas berdasarkan keterangan tertulis yang diterima dari Humas Polres Klaten dikutip dari Espos, Rabu (19/2/2025).
Tol Solo-Jogja memiliki panjang operasional 30,8 km dengan beberapa gerbang tol utama. Sementara, jalur fungsional yang akan diberlakukan sepanjang 7 km dari Prambanan KM 30 hingga Purwomartani KM 37.
Tim survei juga mengevaluasi berbagai aspek kesiapan infrastruktur, termasuk penyediaan fasilitas pendukung seperti gardu tol, rest area fungsional di KM 19A. Selain itu, evaluasi dilakukan dengan mengecek pelayanan pendukung seperti mobil urinoir, dispenser Pertamina, bengkel mobile, mobil derek, dan tim quick response.
Kepolisian juga sudah menyusun skema pengalihan arus guna mengantisipasi potensi kepadatan, terutama di wilayah Klaten.
BACA JUGA: Ramp On Jalan Masuk Tol Jogja-Solo di Trihanggo Mulai Digarap
“Jika terjadi kepadatan dalam kota, arus kendaraan akan dialihkan melalui jalur lingkar selatan dan lingkar utara. Kami juga telah menetapkan tiga indikator tingkat antrean di gerbang tol, yaitu hijau (1 km), kuning (2 km), dan merah (3 km). Jika situasi mencapai merah, kendaraan yang menuju Klaten atau Jogja akan dikeluarkan di GT Polanharjo-Ceper menuju jalan raya Solo-Jogja,” kata dia.
Dari hasil survei, jalur tol Solo-Jogja untuk Operasi Ketupat 2025 telah mencapai 80 persen. Tol fungsional Prambanan-Purwomartani akan mulai dioperasikan pada jalur B dengan jam operasional pukul 06.00 hingga 17.00 WIB selama masa operasi berlangsung.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengungkapkan survei digelar sebagai upaya Polda Jateng menjamin kelancaran dan keamanan arus mudik dan balik di Jateng.
"Berkat upaya pengecekan dan koordinasi yang baik oleh pihak kepolisian dan berbagai unsur terkait, kami optimistis arus mudik dan balik Lebaran 2025 nanti dapat berjalan dengan aman dan lancar. Kami mengimbau masyarakat untuk tertib berlalu lintas, mengikuti arahan petugas, dan memastikan kendaraan layak jalan demi keselamatan bersama," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Denver, anjing malamut alaska seberat 70 kg di Semarang, ‘bekerja’ lewat sesi foto berbayar untuk membantu biaya shelter anjing telantar.
Pemkab Sleman membuka Sleman Creative Weeks #6 untuk memperkuat ekonomi kreatif dan ekosistem seni budaya hingga Oktober 2026.
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.