13 Ribu Pelajar Magetan Alami Gangguan Mata, Gadget Jadi Sorotan
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Bayi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BOYOLALI—Bayi perempuan yang diduga baru lahir ditemukan di area persawahan Dukuh Legi Lor, Desa Sembungan, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali.
Kapolres Nogosari, AKP Suparmi, menjelaskan bayi tersebut kali pertama ditemukan oleh tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali saat melakukan pengukuran jalan pada Selasa (25/2/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.
Saat itu, mereka mendengar suara tangisan bayi dari arah rumput gajah yang berada di bawah pohon mahoni.
“Saat didekati, mereka mendapati seorang bayi perempuan tanpa pakaian dengan posisi tengadah, kepala di bawah, dan kaki di atas karena tanah yang miring. Di sekitar bayi ditemukan satu lembar kain sarung bermotif warna coklat serta dua tas belanja berwarna biru dan hijau, yang diduga digunakan sebagai pembungkus bayi tersebut,” kata dia kepada wartawan, Rabu (26/2/2025).
Ia menjelaskan setelah mendapatkan laporan, Unit Reskrim dan Intel Polsek Nogosari langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.
Tim medis juga memeriksa kondisi bayi. Suparmi menjelaskan bayi memiliki berat 1,7 kilogram, panjang 44 cm. Terlihat pula beberapa luka ringan seperti di punggung kiri, jari, mata kiri, dan alat kelamin.
Suparmi menjelaskan bayi perempuan tersebut sempat diberikan pertolongan pertama oleh Klinik Bersalin Tinawas Rembun kemudian dirujuk ke Puskesmas Nogosari. Untuk perawatan lebih lanjut dan intensif, bayi kemudian dibawa ke RSUD Simo.
BACA JUGA: Berjalan Seminggu, Begini Hasil Evaluasi Makan Bergizi Gratis di Gunungkidul
Sementara itu, Kapolres Boyolali, AKBP Rosyid Hartanto, mengaku prihatin akan penemuan bayi perempuan yang diduga baru lahir tersebut. Ia menegaskan Polres Boyolali akan mengusut tuntas kasus pembuangan bayi tersebut.
“Saat ini, kami sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas pelaku yang tega membuang bayi ini,” kata dia.
Ia mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi soal kasus pembuangan bayi tersebut bisa menghubungi kepolisian.
Rosyid mengatakan saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku serta motif pembuangan bayi perempuan di area persawahan wilayah Nogosari tersebut.
“Kami akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan memberikan informasi lebih lanjut,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Dinkes Magetan mencatat 13.000 pelajar alami gangguan mata dari 57.000 skrining 2025, sebagian besar akibat visus dan penggunaan gadget.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.