Jadwal Sekaten Solo 2026, Ini Rangkaian Miyos Gangsa hingga Grebeg
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Puluhan buruh yang tergabung dalam KSPI dan Partai Buruh Jawa Tengah melakukan aksi solidaritas untuk buruh Sritex di depan rumah eks Dirut Sritex di Sriwedari, Solo, Jumat (21/3/2025). (Solopos/Wahyu Prakoso)
Harianjogja.com, SOLO—Puluhan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh Jawa Tengah menggelar aksi demo di depan kediaman eks Direktur Utama (Dirut) PT Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, Jl Bhayangkara, Sriwedari, Solo, Jumat (21/4/2025) siang.
Aksi solidaritas untuk eks buruh Sritex itu dilakukan dengan membentangkan poster. Sejumlah poster yang dibawa bertuliskan antara lain "Bayar Tunjangan Hari Raya THR Buruh Sritex", "Jangan Tindas Buruh, Rakyat Kecil dan Rakyat Miskin".
Mereka juga melakukan orasi secara tertib. Beberapa orang perwakilan menyampaikan orasi dengan pengeras suara. Dinas Tenaga Kerja Solo dan aparat gabungan turut memantau aksi demo di sekitar rumah bos Sritex tersebut.
Penanggung jawab aksi solidaritas untuk buruh Sritex, Aulia Hakim, menjelaskan ada kezaliman pada peristiwa PT Sritex sehingga ada pemutusan hubungan kerja (PHK). Keluarga pemilik Sritex tergolong kaya raya.
“Sampai saat ini kawan-kawan, saudara-saudara kami di Sritex belum ada kejelasan soal pesangon dan tunjangan hari raya atau THR 2025,” papar dia kepada wartawan di sela-sela aksi demo.
Menurut dia, memberikan pesangon atau THR merupakan kewajiban kurator kepada eks karyawan Sritex sesuai hukum kepailitan di Indonesia. Tetapi KSPI dan Partai Buruh Jawa Tengah datang ke Solo untuk mengetuk pintu hati Iwan Kurniawan Lukminto selaku eks pemilik Sritex.
“Kekayaan [bos Sritex] dari data yang kami himpun masih di atas Rp50 triliun. Artinya, ayolah peduli dengan kawan-kawan Sukoharjo, kawan-kawan Soloraya, menjelang Lebaran. Mohon split kan dana, kalau kami hitung sekitar Rp25 miliar, Rp25 miliar tidak akan membuat Bapak Iwan Kurniawan Lukminto jatuh miskin,” ungkap dia.
Menurut dia, sejumlah buruh Sritex membuat aduan ke Posko aduan buruh menyampaikan jaminan hari tua yang didapat untuk melunasi utang. Para pekerja berharap mendapatkan THR serta pesangon. Mereka berharap kepedulian dari Iwan Lukminto dengan menyisihkan hartanya untuk para buruh.
“Jangan semua diserahkan ke pemerintah karena kehadiran Menteri Ketenagakerjaan dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan kemarin tidak bisa menghalangi Sritex untuk melakukan PHK,” papar dia.
Sementara itu, Iwan Kurniawan Lukminto tidak tampak keluar menemui buruh yang melakukan aksi unjuk rasa sampai demo itu selesai. Pintu gerbang kediaman Iwan Kurniawan Lukminto tertutup rapat. Tak tampak seorang pun yang beraktivitas di halaman rumah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Sekaten Solo 2026 resmi dimulai. Simak jadwal Miyos Gangsa, Grebeg Maulud, hingga pasar malam di Alun-Alun Keraton Solo.
Rio de Janeiro terpilih jadi tuan rumah peluncuran MotoGP 2027 di Pantai Botafogo, 21 Februari. Seluruh tim dan pembalap hadir, sambut era mesin 850cc.
Persija Jakarta gelar team launching dan uji coba internasional lawan Brisbane Roar di JIS, 29 Agustus 2026. Skuad dan jersey terbaru diperkenalkan. Cek detail
Mengisi daya HP pakai kabel USB ternyata tak boleh sembarangan. Hindari 5 kesalahan ini agar baterai awet dan proses charging cepat! Cas HP yang benar di sini.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak naik pada Rabu 12 Agustus 2026. Emas Antam 1 gram naik menjadi Rp2,819 juta, sementara UBS Rp2,741 juta