Ratusan Naskah Kuno Ditemukan di Rumah Kosong di Boyolali
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
Puluhan buruh yang tergabung dalam KSPI dan Partai Buruh Jawa Tengah melakukan aksi solidaritas untuk buruh Sritex di depan rumah eks Dirut Sritex di Sriwedari, Solo, Jumat (21/3/2025). (Solopos/Wahyu Prakoso)
Harianjogja.com, SOLO—Puluhan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh Jawa Tengah menggelar aksi demo di depan kediaman eks Direktur Utama (Dirut) PT Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, Jl Bhayangkara, Sriwedari, Solo, Jumat (21/4/2025) siang.
Aksi solidaritas untuk eks buruh Sritex itu dilakukan dengan membentangkan poster. Sejumlah poster yang dibawa bertuliskan antara lain "Bayar Tunjangan Hari Raya THR Buruh Sritex", "Jangan Tindas Buruh, Rakyat Kecil dan Rakyat Miskin".
Mereka juga melakukan orasi secara tertib. Beberapa orang perwakilan menyampaikan orasi dengan pengeras suara. Dinas Tenaga Kerja Solo dan aparat gabungan turut memantau aksi demo di sekitar rumah bos Sritex tersebut.
Penanggung jawab aksi solidaritas untuk buruh Sritex, Aulia Hakim, menjelaskan ada kezaliman pada peristiwa PT Sritex sehingga ada pemutusan hubungan kerja (PHK). Keluarga pemilik Sritex tergolong kaya raya.
“Sampai saat ini kawan-kawan, saudara-saudara kami di Sritex belum ada kejelasan soal pesangon dan tunjangan hari raya atau THR 2025,” papar dia kepada wartawan di sela-sela aksi demo.
Menurut dia, memberikan pesangon atau THR merupakan kewajiban kurator kepada eks karyawan Sritex sesuai hukum kepailitan di Indonesia. Tetapi KSPI dan Partai Buruh Jawa Tengah datang ke Solo untuk mengetuk pintu hati Iwan Kurniawan Lukminto selaku eks pemilik Sritex.
“Kekayaan [bos Sritex] dari data yang kami himpun masih di atas Rp50 triliun. Artinya, ayolah peduli dengan kawan-kawan Sukoharjo, kawan-kawan Soloraya, menjelang Lebaran. Mohon split kan dana, kalau kami hitung sekitar Rp25 miliar, Rp25 miliar tidak akan membuat Bapak Iwan Kurniawan Lukminto jatuh miskin,” ungkap dia.
Menurut dia, sejumlah buruh Sritex membuat aduan ke Posko aduan buruh menyampaikan jaminan hari tua yang didapat untuk melunasi utang. Para pekerja berharap mendapatkan THR serta pesangon. Mereka berharap kepedulian dari Iwan Lukminto dengan menyisihkan hartanya untuk para buruh.
“Jangan semua diserahkan ke pemerintah karena kehadiran Menteri Ketenagakerjaan dan Wakil Menteri Ketenagakerjaan kemarin tidak bisa menghalangi Sritex untuk melakukan PHK,” papar dia.
Sementara itu, Iwan Kurniawan Lukminto tidak tampak keluar menemui buruh yang melakukan aksi unjuk rasa sampai demo itu selesai. Pintu gerbang kediaman Iwan Kurniawan Lukminto tertutup rapat. Tak tampak seorang pun yang beraktivitas di halaman rumah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Pemkab Boyolali menemukan ratusan naskah kuno koleksi Cipto Raharjo. Sebagian telah didigitalisasi untuk pelestarian.
PSG dan Aston Villa berebut gelar Piala Super Eropa 2026 di Salzburg. Les Parisiens mengincar sejarah, sementara Villa datang dengan misi mengakhiri penantian t
Apple sedang mengembangkan Apple Reference Image, fitur yang bisa membuktikan sebuah foto benar-benar diambil dari kamera iPhone, bukan hasil AI. Begini cara ke
NEC Nijmegen dan Bodo/Glimt lolos ke play-off Liga Champions 2026-2027 via drama extra time. Simak hasil lengkap kualifikasi ronde ketiga dan drawing play-off d
Microsoft mengungkap ransomware baru bernama StormEncryptor yang digunakan kelompok peretas China Storm-1175. Serangan memanfaatkan celah keamanan yang belum di
Jorge Martin memimpin klasemen MotoGP 2026 dengan 240 poin, tapi tak peduli gelar juara. Ia fokus ke pengembangan motor dan kemenangan. Simak pernyataan lengkap