Mlinjon Klaten: Asal Maleman Ramadan Sejak 2 Abad Lalu
Sejarah maleman Klaten berawal Sendang Bulus Mlinjon era kolonial 1895. Kyai Doedo kura-kura suci picu pesta rakyat 15 Ramadan.
Cabai rawit - Freepik
Harianjogja.com, KLATEN—Harga cabai rawit di pasar tradisional di wilayah Klaten masih tinggi meski Lebaran sudah lewat.
Tingginya harga cabai tersebut terjadi sejak menjelang Lebaran 2025, dengan harga lebih dari Rp100.000 per kg. Salah satu pedagang sayur di Pasar Gedhe Klaten, Juwarinigsih, mengungkapkan harga cabai rawit merah pada H-1 Lebaran mencapai Rp150.000 per kg. Harganya sempat turun pasca Lebaran menjadi Rp90.000 per kg. Namun, harga cabai rawit merah kembali melonjak mencapai Rp120.000 per kg pada Minggu (6/4/2025).
Juwariningsih mengungkapkan stok cabai rawit merah sebenarnya normal saja. Namun, permintaan untuk cabai rawit merah belakangan tinggi seiring libur panjang.
“Kalau kualitas cabainya bagus. Karena memang musimnya seperti [libur panjang]. Ini kan libur panjang dan sampai pada tradisi kupatan [H+7 Lebaran]. Biasanya pada momen seperti ini banyak yang membikin sambal goreng,” jelas Juwariningsih di Pasar Gedhe Klaten, Minggu.
BACA JUGA: Warga Magelang Berebut Gunungan Ketupat Berisi Uang
Harga cabai keriting merah relatif stabil Rp50.000 per kg. Begitu pula dengan harga sayuran lainnya. Sementara, harga daging ayam di pasar tradisional relatif normal dan cenderung menurun dibandingkan saat Ramadan. Harga daging ayam per kg Rp35.000 atau turun dibandingkan saat Ramadan Rp40.000 per kg.
Salah satu ibu rumah tangga asal Kecamatan Ngawen, Yuli, 40, mengungkapkan kenaikan harga kebutuhan pokok paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah. Ibu dua anak itu biasa belanja di pedagang sayur keliling.
“Cabai rawit beli Rp3.500 dapat tujuh atau delapan biji. Seperempat kg itu Rp8.000 per kg. Sekarang Rp26.000. Karena cabai itu bisa dibilang kebutuhan pokok di rumah tangga saya karena doyan pedas, jadi tidak dikurangi belinya,” kata Yuli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Sejarah maleman Klaten berawal Sendang Bulus Mlinjon era kolonial 1895. Kyai Doedo kura-kura suci picu pesta rakyat 15 Ramadan.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.