Ular Kobra 1,2 Meter Masuk Rumah Warga Prambanan Klaten
Seekor ular kobra sepanjang 1,2 meter dievakuasi dari rumah warga di Prambanan, Klaten. Polisi mengimbau warga tidak menangkap ular sendiri.
Angin kencang Klaten Rabu sore merusak rumah dan kios, 3 orang luka ringan, 20 motor terdampak parkiran roboh di Prambanan. /Espos.
Harianjogja.com, KLATEN—Hujan lebat disertai angin kencang Klaten kembali menerjang wilayah Kabupaten Klaten, Rabu (18/2/2026) sore. Peristiwa cuaca ekstrem ini mengakibatkan tiga orang mengalami luka ringan serta merusak sejumlah rumah dan bangunan di dua kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mencatat kejadian berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB dan berdampak di Kecamatan Prambanan serta Kecamatan Delanggu. Di Desa Segaran, Kecamatan Delanggu, satu rumah mengalami rusak sedang dan tujuh rumah rusak ringan akibat angin kencang Klaten tersebut.
Sementara itu, di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, tiga kios dilaporkan rusak dan satu bangunan tempat parkir roboh diterjang angin. Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna, mengungkapkan dari bangunan parkiran yang roboh tersebut terdapat 20 kendaraan mengalami kerusakan. “Saat ini sedang dilakukan assessment dan penanganan,” kata Syahruna kepada Espos, Rabu.
Selain kerusakan material, angin kencang Klaten juga menyebabkan tiga warga Desa Kemudo mengalami luka ringan. Syahruna menjelaskan para korban telah mendapatkan pertolongan dari Puskesmas setempat.
Penanganan bangunan parkir yang roboh dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, Damkar, TRC Kecamatan Prambanan, PMI, serta relawan. Camat Prambanan, Rasidi, menyebutkan area parkir di Kemudo yang ambruk berukuran sekitar 10 meter x 10 meter.
“Ada 20 sepeda motor terdampak di bawah parkiran dan sudah diamankan. Kalau untuk korban terluka ada tiga orang sudah ditangani dari Puskesmas. Luka ringan pada kaki dan tangan. Saat kejadian sedang berada di bawah parkiran, ketika ada puting beliung kemudian lari dan terdampak,” kata Rasidi kepada wartawan di Desa Kemudo.
Salah satu korban, Adrianus, menceritakan detik-detik angin kencang Klaten menerjang lokasi kejadian. Ia mengaku cuaca mendadak berubah drastis sebelum angin bertiup kencang.
“Saya lari kemudian kena seng yang terbang. Untung kena sandal dulu, baru kena kaki. Anginnya kencang. Tadi saat saya lari hampir ikut terbang juga,” ungkap Adri.
Sehari sebelumnya, hujan lebat disertai angin kencang Klaten juga melanda Kecamatan Bayat pada Selasa (17/2/2026) sore. Akibat kejadian tersebut, puluhan bangunan mengalami kerusakan pada bagian atap dengan genting beterbangan, tertimpa pohon, hingga tertimpa material bangunan yang diterbangkan angin. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa di Bayat tersebut, meski kerusakan bangunan cukup tersebar di sejumlah titik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seekor ular kobra sepanjang 1,2 meter dievakuasi dari rumah warga di Prambanan, Klaten. Polisi mengimbau warga tidak menangkap ular sendiri.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.