BPJS Kesehatan Kucurkan Rp100 Triliun untuk Kasus Penyakit Jantung
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Proses evakuasi bencana tanah longsor di lingkungan Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam, Dusun Mangunsari, Desa Gadingsari, Kecamatan Sawangan, Magelang, Jumat (25/4/2025) ist - kemenag
Harianjogja.com, MAGELANG—Sebanyak tujuh orang santri Pondok Pesantren Darussalam Gontor 5 Magelang masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merah Putih akibat tertimbun material dinding yang roboh pada Jumat.
Direktur RSUD Merah Putih Magelang, Leli Puspitowati di Magelang, Sabtu, menjelaskan ketujuh pasien tersebut sebagian besar mengalami luka patah tulang dan satu di antaranya menjalani operasi hari ini.
Ia menjelaskan bahwa dari 29 pasien santri yang masuk rumah sakit hingga Sabtu siang ini tersisa tujuh orang menjalani pemeriksaan intensif, sementara 17 santri lainnya sudah diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan.
"Yang dirawat sampai hari ini ada tujuh orang dan yang 1 orang kita rujuk di RS Sardjito Yogyakarta dan yang lain sisanya 17 orang sudah boleh pulang, jadi tidak dirawat inap," katanya.
Pihaknya menambahkan, mengingat terdapat sejumlah pasien yang mengalami cidera serius seperti patah tulang kaki, dan tangan. Direncanakan akan dilakukan tindakan operasi pada hari ini.
"Untuk yang dirawat inap sampai hari ini harus dilakukan tindakan operasi karena mengalami cidera patah tulang pada bagian kaki dan ada satu yang harus di observasi. Sementara yang satu orang lagi mengalami cidera kepala ringan, tapi saat ini kondisinya sudah membaik. Sementara yang sudah diperbolehkan pulang itu cuma terdapat luka ringan saja," katanya.
Ia mengatakan, keseluruhan pasien dari Pondok Gontor tersebut yang masuk berjumlah 29 orang terdapat 4 orang diantaranya meninggal dunia dan sudah diserahkan ke pihak keluarga.
Atas musibah tersebut, pemerintah Kabupaten Magelang memberikan perhatian salah satunya menanggung biaya perawatan para korban.
"Kebijakan dari pemerintah
untuk pembiayaan pasien, dari total 29 itu ada yang sudah dengan BPJS aktif, tapi ada beberapa yang tidak mempunyai BPJS namun kebijakan dari bupati untuk yang tidak mempunyai BPJS nanti pembiayaannya di tanggung oleh pemerintah daerah," katanya.
Seperti diketahui pada Jumat (25/4)sekitar pukul 10.30 WIB terjadi tanah longsor yang mengakibatkan talud penyangga dinding longsor yang membuat dinding penampungan (kolam) air berada di atasnya ambrol dan menimpa kamar mandi dan menimbun puluhan santri yang sedang mandi untuk persiapan sholat Jumat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Kebakaran Trans Home Sleman menewaskan diduga dua korban yang ditemukan berdekatan di lantai tiga dan dievakuasi ke RS Bhayangkara.
UMBY menyiapkan akreditasi Unggul dengan meningkatkan mutu, fasilitas, dan SDM, sekaligus mengajukan Magister Manajemen dan S-3 Psikologi.
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Politik uang di Magelang dicegah lewat 41 Desa Anti Politik Uang dan tujuh Desa Pengawasan dengan penguatan peran masyarakat.
Data center BDx Jatiluhur disetop sementara. Ekonom menyoroti kepastian regulasi, kebutuhan air, listrik, dan keberlanjutan investasi.