Relokasi Pabrik Otomotif ke Vietnam, 5.000 Buruh Khawatir PHK
FSPMI Jatim menyebut dua pabrik komponen otomotif tidak tutup total meski relokasi ke Vietnam. Namun, sekitar 5.000 buruh berpotensi terdampak PHK.
Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Zaenudin memberikan keterangan di Mapolres Sukoharjo, Jumat (16/5/2025). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Polres Sukoharjo mengungkap bahwa kasus penganiayaan terhadap dua pemuda di Jalan Tanjunganom-Baki, tepatnya di selatan Alfamart Gedangan, Grogol, Sukoharjo pada Kamis (15/5/2025) dini hari dilatarbelakangi duel kelompok geng Santa Cruz dan Los Angeles. Dalam kasus ini satu orang meninggal dunia akibat terkena sabetan senjata tajam.
Pertikaian kedua kelompok geng dipicu saling menantang di media sosial (medsos).
Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Zaenudin, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hari Prabowo saat ditemui wartawan di Mapolres Sukoharjo, Jumat (16/5/2025) sore hari. Kasus penganiayaan terhadap dua pemuda dipicu pertikaian antara geng Santa Cruz dan Los Angeles di medsos.
"Kedua kelompok geng saling menantang di medsos. Kemudian, mereka bertemu untuk duel di lokasi kejadian. Jadi bukan tawuran melainkan duel," kata dia.
Kedua pemuda yang menjadi korban penganiayaan di Sukoharjo, yakni Tio Dwi Anggara dan M, 17, merupakan anggota geng Santa Cruz. Sementara dua pelaku yang ditangkap merupakan anggota geng Los Angeles.
BACA JUGA: Pembacokan Tewaskan 1 Orang di Gedangan Sukoharjo, Diduga Pertengkaran Kelompok Pemuda
Saat kejadian, kedua korban duel dengan dua pelaku di lokasi kejadian. "Saat bertemu, anggota geng Santa Cruz berjumlah delapan orang. Begitu juga dengan geng Los Angeles juga delapan orang. Namun, yang terlibat duel hanya dua orang," ujar dia.
Lebih jauh, Zaenudin mengatakan kedua kelompok menggunakan senjata tajam saat melakukan duel. Sesaat selepas kejadian, dua pemuda yang menjadi korban dibawa oleh temannya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Sebelumnya, berdasarkan keterangan para saksi, kasus penganiayaan itu berawal saat korban Tio dijemput oleh tiga rekannya di rumahnya di Sukoharjo pada Kamis dini hari. Tak berapa lama kemudian, pihak keluarga mendapat kabar Tio menjadi korban penganiayaan dengan luka bacok di leher.
Tio dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Lantaran kehabisan darah, Tio akhirnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit. Jenazah Tio tiba di rumah duka pada Kamis sore hari dan langsung dimakamkan di permakaman desa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
FSPMI Jatim menyebut dua pabrik komponen otomotif tidak tutup total meski relokasi ke Vietnam. Namun, sekitar 5.000 buruh berpotensi terdampak PHK.
Simak contoh surat referensi kerja yang benar, fungsi, manfaat, serta format resmi yang dapat meningkatkan peluang diterima di perusahaan.
Rektor Prof. Hari Purnomo mengajak alumni membangun growth mindset untuk menghadapi AI dan tantangan global.
Video Pos Polisi Nampu Saradan viral di media sosial. Warganet membagikan kenangan melintasi jalur lama Madiun–Nganjuk sebelum era jalan tol.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,3 mengguncang Jawa Timur dan terasa hingga DIY. BMKG memastikan gempa akibat subduksi ini tidak berpotensi tsunami.
Pemda DIY buka fakta proyek mesin susu 2023. Kontrak diputus, pembayaran dihentikan, dan kasus kini diselidiki Kejati DIY.