IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Kendaraan melintasi jalan Jatipuro-Klerong, Jatipuro, Karanganyar, yang rusak, Minggu (8/6/2025). (Solopos/Indah Septiyaning Wardani)
Harianjogja.com, KARANGANYAR --Kondisi jalan kabupaten ruas Jatipuro-Klerong, Jatisobo, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar, rusak parah setelah kurang lebih lima tahun tak tersentuh perbaikan.
Kerusakan jalan ini tak kunjung mendapat sentuhan perbaikan dari Pemkab Karanganyar. Padahal jalan tersebut akses utama warga penghubung Wonogiri dan Sukoharjo.
Warga Jatisobo, Herlan, 48, mengatakan kerusakan jalan di wilayahnya sudah terjadi sejak lima tahun lalu, namun belum mendapatkan perhatian. Kerusakan jalan tersebut hampir sepanjang enam kilometer mulai dari Dusun Kendal, Desa Jatipuro hingga ke timur Pabrik Glukosa, Klerong, Jatisobo, Kecamatan Jatipuro, Karanganyar.
Selain kondisi aspal mengelupas, dia mengatakan banyak lubang yang dalam dan lebar lebih dari satu meter di jalan Jatipuro-Klerong, Karanganyar, yang rusak parah itu. Dia mengatakan jalan rusak sering menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan kendaraan rusak akibat jeglongan. "Kondisi jalan rusak terparah di sekitar Balai Desa Jatisobo, hampir semua aspal mengelupas," katanya saat diwawancarai Espos, Minggu (8/6/2025).
BACA JUGA: Pemuda Asal Sambirejo Ditangkap Usai Mencuri Sepeda di Kampung Krapyak
Dia mengatakan tak hanya jalan yang rusak, talut di sebelah barat Balai Desa Jatisobo juga longsor sudah cukup lama. Bahkan longsoran sampai hampir memakan badan jalan. Jika dibiarkan, akses masyarakat bisa putus. "Jalannya sudah rusak lama. Makin parah ya setahun ini. Kami mohon jalan ini diperhatikan," katanya.
Herlan mengatakan jalan rusak sering menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terutama pengendara sepeda motor. Saat hujan, jalan jeglongan tertutup genangan air yang tidak terlihat sehingga menyebabkan sepeda motor terperosok dan pengendara jatuh. Dia berharap jalan Jatipuro-Klerong, Karanganyar, segera diperbaiki karena menjadi akses utama warga menuju Wonogiri, Sukoharjo, dan Solo.
"Ini akses vital masyarakat Jatipuro kalau mau ke Solo ke Wonogiri dan Sukoharjo. Harapan masyarakat segera dibangun, semoga Pak Bupati tahu kondisi jalan yang rusak parah ini," harapnya.
Warga Jatipuro, Muh Iksan, juga mengeluhkan kerusakan jalan tersebut. Dia menyebut perbaikan jalan terakhir dilakukan saat periode pertama Bupati Juliyatmono. "Kalau jalan Jatipuro-Klerong itu sudah lama rusaknya tidak pernah diperbaiki, padahal itu akses ke kota, ada industri juga di daerah sini. Seingat saya terakhir waktu Pak Yuli tahun pertama," katanya.
Iksan mengatakan selain kerusakan jalan, juga tidak ada penerangan jalan umum yang memadai di jalur tersebut. Jika malam hari, kondisi jalan gelap. Semakin parah saat hujan dan malam hari, jalan jeglongan makin tak terlihat sehingga kerap menimbulkan korban kecelakaan lalu lintas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.