Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi menggunakan megaphone saat memberikan imbauan kepada massa pengombyong yang memadati jalanan Kota Sragen, Kamis (10/7/2025) dinihari. (Istimewa/Polres Sragen)
Harianjogja.com, SRAGEN —Polisi mengamankan 50 sepeda motor dengan knalpot brong dan sejumlah tongkat hingga kembang api dari kegiatan pengesahan 859 warga (anggota) baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen, Rabu (9/7/2025) malam hingga Kamis (10/7/2025) dini hari.
Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi mengungkapkan massa pengombyong diperkirakan mencapai 20.000 orang. Mereka berasal dari wilayah Sragen dan juga dari perbatasan Sragen, seperti dari Karanganyar, Boyolali, Grobogan, dan Ngawi, Jawa Timur.
“Kami menerjunkan 300 personel Polri, dibantu 30 personel TNI, 403 korlap dan 15-20 orang Satpol PP," jelas dia, Kamis (10/7/2025).
BACA JUGA: Polisi Buru Kelompok Misterius Pelaku Penyerangan Pesilat Kartasura
Kapolres menyatakan secara umum pengamanan berlangsung aman dan kondusif. Dia menyatakan dalam konvoi massa itu tetap ditemukan adanya sepeda motor dengan knalpot brong. Dia menyatakan Polres mengamankan sebanyak 50-an sepeda motor dengan knalpot brong.
“Ya, lebih banyak dari pengesahan pertama dari PSHT parluh 17. Kalau di PSHT parluh 16 ini sebutannya Korlap untuk pengamanan internalnya,” ujarnya.
Petrus menyatakan polisi juga menyita kayu, bambu, flare, dan kembang api yang dibawa massa pengombyong itu. Untuk flare dan kembang api, jelas dia, langsung dimusnahkan semalam.
Kemudian kayu dan bambu ini, kata dia, digunakan sebagai tiang bendera perguruan yang dibawa massa. Kapolres sebelumnya sudah melarang supaya tidak membawa barang-barang berbahaya.
“Ada puluhan hampir seratus potong kayu dan bambu yang diamankan. Semua barang itu kami serahkan kepada Korlap. Untuk flare dan kembang api masing-masing satu buah lagsung dimusnahkan dengan cara menyiram dan merendam air sehingga tidak bisa digunakan,” kata dia.
Massa pengombyong mencapai 20.000 orang yang berasal dari wilayah perbatasan Sragen. Polisi mengamankan sebanyak 50-an sepeda motor dengan knalpot brong dan sejumlah tongkat hingga kembang api.
Polres Sragen menerjunkan ratusan personel Polri bersama TNI dan dibantu aparat Satuan Polisi Pamiong Praja (Satpol PP) serta 403 orang anggota Koordiator Lapangan (Korlap). Pola pengamanan yang diterapkan sama dengan pola pengamanan saat pengesahan warga baru sebelumnya.
Pengurus PSHT Cabang Sragen, Joko Waluyo, menyampaikan pengesahan warga baru PSHT Cabang Sragen dipusatkan di Gedung SMS Sragen. Peserta mulai keluar dari Gedung SMS, kata dia, pada Kamis sekitar pukul 03.15 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.