UAJY dan Gita Wirjawan Soroti Masa Depan Strategis Asia Tenggara
Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) membuka rangkaian Dies Natalis ke-61 bertema “Sinergi UAJY Mewujudkan Laudato Si’
Suasana peluncuran aplikasi Aksi Dalang dan Tali Pena seusai rapat paripurna yang digelar di gedung DPRD, Selasa (22/7). Istimewa/DPRD Kabupaten Magelang.
MAGELANG—Wakil Bupati Magelang, Sahid meluncurkan aplikasi Aksi Dalang dan Tali Pena yang merupakan inovasi dari Sekretariat DPRD Kabupaten Magelang. Peluncuran digelar seusai Rapat Paripurna di gedung DPRD, Selasa (22/7).
Aksi Dalang merupakan singkatan dari Aplikasi Pengendalian Uang Persediaan yang diinisiasi oleh Iswiyati, Kepala Bagian (Kabag) Program dan Keuangan Sekretariat DPRD. Sementara aplikasi Tali Pena merupakan singkatan dari Digitalisasi Pengelolaan Dokumen Perencanaan yang diinisiasi oleh Sri Rejeki Dyah Ekowati, Kasubbag Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat DPRD.
“Saat ini, digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Melalui Aksi Dalang, kami berharap pengelolaan dokumen penatausahaan keuangan menjadi lebih cepat, efisien, tertib, dan transparan. Begitu pula dengan Tali Pena, kami berharap tahapan perencanaan menjadi semakin matang dan terukur,” kata Wakil Bupati, Sahid saat membacakan sambutan Bupati Magelang, Selasa (22/7).
BACA JUGA: Bulog Magelang Bakal Salurkan Bantuan Pangan untuk 466.561 Penerima
Bupati berharap Aksi Dalang dan Tali pena menjadi pilot project dan menjadi aplikasi yang akan diterapkan di seluruh perangkat daerah Kabupaten Magelang guna mendukung keberhasilan pembangunan.
Sebelum peluncuran, Rapat Paripurna digelar DPRD Kabupaten Magelang dengan agenda mendengarkan jawaban Bupati atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi tentang Raperda tentang Perubahan APBD 2025.
Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD, Sakir didampingi para wakil ketua. “Pemkab Magelang telah melakukan upaya menuju kemandirian fiskal daerah. Implementasinya akan difokuskan pada optimalisasi PAD, perbaikan tata kelola keuangan, peningkatan investasi daerah, serta pemanfaatan dana transfer secara efektif dan efisien,” kata Bupati Magelang, Grengseng Pamuji dalam naskah jawaban yang diserahkan oleh Wakil Bupati.
Sebelumnya, dalam Pemandangan Umum, Fraksi PDIP memberikan pendapat struktur APBD harus mencerminkan fondasi awal untuk mengimplementasikan program prioritas dan indikator kinerja utama RPJMD, bukan semata menyesuaikan realisasi teknokratis tahunan.
“Fraksi PDIP memberikan perhatian serius terhadap sejauh mana struktur anggaran yang diajukan menekankan keberpihakan terhadap rakyat, mendukung pemulihan ekonomi lokal, mendorong belanja yang produktif dan tepat sasaran serta mampu menjadi fondasi untuk mewujudkan visi dan misi Bupati Magelang,” kata ketua Fraksi PDIP, Gunawan.
Sementara Fraksi Partai Golkar juga merekomendasikan kepada Pemkab agar belanja daerah dapat ditekankan dalam pemberdayaan ekonomi rakyat. “Alokasi anggaran harus lebih banyak diarahkan pada sektor UMKM yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat di Kabupaten Magelang,” ucap Ketua Fraksi Golkar, Hinsah Syahlany.
BACA JUGA: Insentif Mudahkan Pelaku Usaha Berinvestasi di Kota Magelang
Adapun, Ketua Fraksi Gerindra, Suroso Singgih Pratomo mendorong kemandirian Pemkab untuk peningkatan PAD melalui intensifikasi maupun esktensifikasi.
“APBD yang baik dan ideal adalah APBD yang dapat memberikan solusi bagi persoalan dasar dan krusial yang dihadapi masyarakat secara keseluruhan, khususnya kemanusiaan, pendidikan dan kesehatan,” katanya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) membuka rangkaian Dies Natalis ke-61 bertema “Sinergi UAJY Mewujudkan Laudato Si’
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.