Dortmund Taklukkan Hamburg 2-0 di Laga Pembuka Liga Jerman
Dortmund menang 2-0 atas Hamburg pada pekan pertama Liga Jerman. Serhou Guirassy dan Giannis Konstantelias mencetak gol kemenangan.
Ilustrasi, Petani merawat tanaman kopi. - Antara/Anis Efizudin
Harianjogja.com, MAGELANG—Kualitas kopi asal Kabupaten Magelang menunjukkan prospek yang menjanjikan. Hasil pengujian sejumlah sampel kopi yang dikirim ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) di Jember, Jawa Timur, seluruhnya memperoleh skor di atas 80.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Puji Lestari di Magelang, Minggu (30/8/2026), mengatakan hasil penilaian terhadap sejumlah sampel kopi daerah tersebut menunjukkan nilai yang cukup tinggi.
"Kemarin beberapa sampel yang dikirim ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) di Jember mendapat penilaian di atas 83 semua," katanya.
Dari sampel yang telah dinilai, tidak ditemukan kopi asal Kabupaten Magelang yang mendapatkan skor di bawah 80. Bahkan, sejumlah sampel mampu mencatatkan nilai lebih dari 83.
Hasil tersebut menjadi gambaran potensi kopi Kabupaten Magelang untuk terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas maupun daya saing produk.
Produksi Kopi Tahun Ini Sedikit Menurun
Di tengah hasil pengujian yang positif, produksi kopi Kabupaten Magelang pada tahun ini mengalami sedikit penurunan. Puji mengatakan kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi faktor cuaca selama periode pertumbuhan dan produksi tanaman kopi.
Meski produksi tahun ini menurun, kondisi musim kemarau yang berlangsung saat ini masih memberikan peluang bagi tanaman kopi untuk mendukung produksi pada musim berikutnya.
Musim kemarau yang berlangsung normal dapat menjadi momentum bagi tanaman kopi mempersiapkan pembungaan. Apabila kondisi cuaca tidak mengalami anomali, situasi tersebut diharapkan mendukung terjadinya panen raya kopi pada tahun depan.
"Untuk tahun ini memang produksi kopi agak menurun, tetapi sebenarnya musim kemarau ini bisa diambil hikmahnya. Musim kemarau seperti ini biasanya kalau nanti tidak ada anomali cuaca, tahun depan panen raya kopi," katanya.
Arabika dan Robusta Jadi Andalan
Kabupaten Magelang memiliki areal perkebunan untuk dua jenis kopi, yakni arabika dan robusta. Luas lahan kopi arabika saat ini mencapai sekitar 1.075 hektare.
Produktivitas rata-rata kopi arabika tercatat 506,52 kilogram per hektare. Sementara itu, kopi robusta memiliki areal tanam yang lebih luas, yakni sekitar 2.300 hektare.
Untuk kopi robusta, produktivitas rata-ratanya mencapai sekitar 1.161 kilogram per hektare.
Data tersebut menunjukkan perbedaan luas areal tanam dan produktivitas antara kopi arabika dan robusta di Kabupaten Magelang, sementara hasil pengujian mutu memberikan gambaran positif terhadap kualitas kopi daerah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dortmund menang 2-0 atas Hamburg pada pekan pertama Liga Jerman. Serhou Guirassy dan Giannis Konstantelias mencetak gol kemenangan.
Sebanyak 4.136 judul puisi dari 1.687 pengirim meramaikan Sayembara Puisi Festival Sastra Yogyakarta 2026 di Kota Jogja.
Awan panas guguran Merapi sejauh 2.000 meter memicu vegetasi terbakar. TNGM memastikan api tidak berkembang dan telah padam.
Guru PJOK asal Bojonegoro Ahmad Zaki lari sekitar lima jam demi menghadiri Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Babad Siti Kemantren #4 digelar di 14 kemantren Kota Jogja untuk menggali potensi budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, dan produk lokal.
Malaysia mengirim Tim SMART ke Nepal untuk membantu pencarian korban banjir bandang dan menyiapkan bantuan senilai 1 juta dolar AS.