Kemenhut Tetapkan 4 Tersangka Buka Lahan Ilegal di Hutan UGM Ngawi
Kemenhut tetapkan 4 tersangka pembukaan lahan ilegal di hutan pendidikan UGM Ngawi, dua ekskavator disita dan kasus terus dikembangkan.
Ilustrasi perundungan./Pixabay-Wokandapix
Harianjogja.com, SRAGEN—Korban pemukulan yang diduga dilakukan kakak kelasnya di salah satu SMPN Sragen masih terlihat lemas saat keluar dari kamarnya. Kasus perundungan ini terjadi saat korban belum sebulan masuk sekolah baru.
Mata kanan korban terlihat memerah dengan memar kebiruan di bagian bawah matanya. Di leher juga masih terlihat bekas memerah. Sesekali siswa yang baru berumur 12 tahun itu mengelus-elus lengan kanannya yang terasa masih sedikit nyeri.
BACA JUGA: Diduga Kena Bullying Seorang Bocah Kabur dari Ponpes di Bantul, Polisi Turun Tangan
Ditemui awak media di kediamannya di Sragen, Kamis (24/7/2025), bocah tersebut terlihat masih lemas saat ditanyai kasus yang menimpa dirinya. Sebelumnya, dia berhasil diterima ke SMPN tersebut dari hasil seleksi sistem penerimaan murid baru (SPMB) online 2025 yang baru selesai Juni 2025 lalu.
BACA JUGA:
Ayahnya, P, 36, meminta kepada awak media supaya membuat suasana yang rileks dan santai karena kondisi psikologis anak sulungnya masih dalam masa pemulihan. Akhirnya, dia pun mau membuka mulut dan mengisahkan peristiwa dugaan pemukulan oleh kakak kelasnya saat jam pelajaran di sekolah pada Selasa (22/7/2025) lalu.
Sisa-sisa luka memar yang dirasakan menjadi saksi atas kejadian dugaan pemukulan dari kakak kelas yang tidak dikenalnya. Korban pemukulan itu menjadi siswa baru di SMPN Sragen itu belum ada sebulan sehingga teman satu kelas pun belum hafal betul, apalagi kakak kelasnya.
Melihat kondisi yang menimpa anak laki-lakinya, sang ayah merasa tidak terima. Upaya mediasi sudah dilakukan pihak sekolah bersama polisi pada Kamis siang. Namun, mediasi itu tidak menghasilkan kesepakatan damai
“Saya tidak terima anak saya seperti ini. Saat mediasi, mereka [keluarga pelaku] pasti ada pembelaan. Niat saya ada efek jera bagi pelaku. Saya minta keadilan. Saya menyerahkan tindakan berikutnya kepada kepolisian,” ujar sang ayah.
Dia sudah menceritakan apa yang dialami anaknya kepada penyidik di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen. Ia memberi keterangan terkait peristiwa dugaan pemukulan itu selama tiga jam di Unit PPA Satreskrim Polres Sragen pada Rabu (23/7/2025) lalu.
“Peristiwa itu terjadi pada saat jam pelajaran. Kok bisa saat jam pelajaran siswa keluyuran ke kelas lain, kan bukan jam bebas. Informasinya peristiwa itu terjadi pada pukul 11.00 WIB. Saya sampai di sekolah pukul 12.00 WIB dan anaknya saya sudah bonyok atau lebam,” jelas dia.
Atas dasar itulah, dia dan istrinya meminta sekolah ikut bertanggung jawab atas peristiwa itu. Dia mengatakan saat anaknya diduga dipukul kakak kelas itu masih berseragam sekolah dan kejadiannya di dalam kelas. “Ini ada indikasi kelalaian sekolah dan guru harus bertanggung jawab,” jelasnya.
Sementara, Plt. kepala SMPN tersebut, NS, menyampaikan belum bisa berbuat apa-apa karena masih menunggu proses hukum di Polres Sragen. Dia membenarkan adanya peristiwa dugaan pemukulan yang dilakukan siswa Kelas VIII kepada siswa di Kelas VII. Dia mengatakan upaya mediasi sudah dilakukan sekolah dengan didampingi aparat Polsek Gondang tetapi hasilnya belum ada kesepakatan damai.
“Hasil mediasi bersama Polsek, kades, dan pihak yang terlibat, akhirnya perkara itu dilanjutkan ke proses hukum ke Unit PPA Polres Sragen. Nanti siapa yang dilaporkan tergantung korban. Dari keterangan TPPK [Tim Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan] sekolah, pelakunya hanya satu orang. Jadi bukan dikeroyok,” jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Kemenhut tetapkan 4 tersangka pembukaan lahan ilegal di hutan pendidikan UGM Ngawi, dua ekskavator disita dan kasus terus dikembangkan.
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Kemhan mengevaluasi total Latsarmil SPPI 2026 usai lima peserta meninggal, mencakup seleksi kesehatan, latihan fisik, dan metode pembelajaran.
Bareskrim menyelidiki 15 perusahaan yang diduga menjadi sponsor 321 WNA dalam kasus sindikat judi online Hayam Wuruk.
Xpeng G6 AWD resmi meluncur di Indonesia dengan motor ganda, tenaga 358 kW, akselerasi 4,13 detik, dan identitas baru Black Edition.
Prof Sarwidi menilai mitigasi gempa menjadi penentu dampak bencana. Perbedaan kerusakan di Venezuela dan Jepang menjadi pelajaran bagi Indonesia.