Pemberdayaan Masyarakat dan Semangat Pembangunan Indonesia
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Kesurupan. - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SOLO—Wali Kota Solo Respati Ardi turut memberikan perhatian terkait kabar sejumlah murid Sekolah Rakyat Menengah Atas atau SRMA 17 Solo mengalami kesurupan, Sabtu (26/7/2025) malam. Menurutnya para siswa itu tidak kesurupan, hanya kelelahan.
“Tidak, itu hanya kecapean, sudah beres, sudah fit kembali, sekolah lagi. Setiap malam Satpol PP saya minta ke sana supaya adik-adik merasa aman dan wali asuh juga merasa aman. Pemkot support Sekolah Rakyat,” kata dia, Senin (28/7/2025).
Respati mengimbau para peserta didik SRMA 17 Solo untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan rajin beribadah. Pemerintah menyediakan fasilitas untuk ibadah yang digunakan siswa sesuai agamanya.
Terkait kemungkinan para peserta didik kangen dengan orang tua dan kelelahan akibat jadwal yang padat selama dua pekan terakhir di SRMA 17 Solo, Respati mengatakan pemerintah memberikan layanan sesuai kebutuhan peserta didik.
“Kadang kita harus memberikan yang mereka butuhkan, bukan yang mereka mau. Mereka membutuhkan itu untuk masa depan. Setelah tiga bulan, saya ajak refreshing, yang mereka butuhkan itu, kalau kita memberikan yang mereka suka, pendidikan kita tak akan maju,” ungkap dia.
Sebelumnya, video dengan narasi kesurupan massal siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas atau SRMA 17 Solo beredar viral melalui media sosial, baru-baru ini. Video itu antara lain dibagikan akun Instagram @solokini.
Akun tersebut mengunggah video ketika orang tua datang ke Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso, Jebres, yang menjadi lokasi SRMA 17 Solo. Dalam video tersebut ada keterangan bahwa sejumlah siswa mengalami kesurupan.
“Sejumlah siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Solo mengalami kesurupan massal pada Sabtu malam, 26 Juli 2025. Para orang tua siswa yang mendengar kabar itu bingung dan panik langsung mendatangi sekolah yang berlokasi di komplek Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso, Jebres, Solo. Mereka berdatangan sejak pukul 21.00 hingga 23.00 WIB,” tulis akun @solokini seperti dikutip Espos, Senin (28/7/2025).
Saat dimintai konfirmasi Espos, Kepala SRMA 17 Solo, Septhina Shinta Sari, membantah kabar tersebut. Ia mengatakan tidak terjadi kesurupan massal pada Sabtu (26/7/2025) malam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Polri membantah pencegahan Febrie Adriansyah dilakukan sewenang-wenang dan menyebut tindakan itu untuk kepentingan penyidikan.
Malang menjadi destinasi wisata domestik favorit 2026 menurut Traveloka, disusul Bandung, Jogja, Semarang, dan Palembang.
ksi pembakaran sekolah oleh orang tak dikenal terjadi di Madrasah Ibtidaiyah YAPPI di Kalurahan Natah, Nglipar. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Nglipar.
Pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Jawa Tengah, Luthfi secara khusus menyampaikan apresiasi kepada petani, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan
OpenAI merilis ChatGPT for Teens untuk usia 13-17 tahun dengan Study Mode, pencegah nyontek, perlindungan tambahan, dan kontrol orang tua.