IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Bupati-Wabup Klaten Hamenang Wajar Ismoyo-Benny Indra Ardhianto. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
Harianjogja.com, KLATEN –Pemkab Klaten memastikan tidak ada kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Ketimbang menaikkan, Pemkab lebih memilih meningkatkan kepatuhan para wajib pajak.
Hal itu disampaikan Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo menanggapi kenaikan PBB-P2 di sejumlah daerah yang belakangan menjadi polemik seperti di Pati. “Di Klaten tidak ada kenaikan PBB,” tegas Hamenang saat ditemui di DPRD Klaten, Jumat (15/8/2025).
BACA JUGA: WhatsApp Kepala Disdukcapil Bantul Diretas, Muncul Pesan Minta Pinjaman Uang
Menurut Hamenang, tarif PBB-P2 di Klaten belum saatnya dinaikkan. Ada berbagai pertimbangan Hamenang-Benny memilih tak menaikkan tarif PBB-P2 seperti yang dilakukan di sejumlah daerah.
“Kami memang pemerintahan yang baru, kami masih berproses melihat dulu seperti apa kondisi perekonomian. Kami setahun aja belum ada [menjabat Bupati-Wabup Klaten], jadi kami belum bisa mengambil kesimpulan. Sambil nanti kami lihat seperti apa tahun depan baru kami mungkin melihat apakah harus naik, tetap atau seperti apa,” jelas Hamenang.
Ketimbang opsi menaikkan tarif, Hamenang menilai Pemkab terlebih dahulu membuat banyak program untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. “Jangan dibalik, belum-belum sudah menaikkan pajak tetapi belum banyak yang diperbuat untuk mereka. Kita berbuat dulu, kemudian PAD-nya meningkat, mereka juga kemudian pendapatannya meningkat, baru kita berbicara untuk menaikkan [PBB],” papar Hamenang.
Selain itu, Hamenang-Benny lebih memilih untuk mendongkrak tingkat kepatuhan wajib pajak ketimbang menaikkan tarif PBB. “Dari pada menaikkan PBB-nya, lebih baik bagaimana agar masyarakat taat membayar PBB tepat waktu. Kemudian agar capaian pembayaran PBB bisa maksimal 100 persen,” jelas Hamenang.
Kenaikan PBB P2 di beberapa daerah di luar Klaten disebut-sebut untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) akibat efisiensi anggaran pemerintah pusat. Disinggung potensi PAD selain PBB, Hamenang mengungkapkan banyak sektor selain PBB yang masih bisa dioptimalkan.
“Seperti dari BLUD. Kemudian dari beberapa BUMD. Di sisi lain kami juga menggenjot pariwisata. Insyaallah banyak potensi PAD yang bisa kami optimalkan tanpa mencari yang instan,” papar Hamenang.
Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Klaten, Heribertus Suharta, juga menegaskan tidak ada kenaikan tarif PBB P2 di Klaten. Terkait target pendapatan dari PBB P2, Heri mengungkapkan pada 2025, target PAD Rp52 miliar.
“Realisasi capaian sampai saat ini Rp28.177.565.277. Untuk tingkat kepatuhan wajib pajak berdasarkan tahun-tahun sebelumnya pada kisaran 70 persen,” jelas Heri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.