Harga Biodiesel dan Bioetanol Naik September 2026
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Warga gotong royong evakuasi pohon tumbang yang melintangi jalan di Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Rabu (1/10/2025). (Istimewa)
Harianjogja.com, WONOGIRI – Hujan lebat disertai angin yang terjadi pada Rabu (1/10/2025) sore menyebabkan pohon tumbang di sejumlah wilayah di Kabupaten Wonogiri. Seorang warga dikabarkan mengalami patah tulang akibat tertimpa pohon tumbang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Daerah Kabupaten Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, mengatakan hujan deras yang disertai angin kencang menimbulkan sejumlah pohon di dua desa di Kecamatan Baturetno roboh. Pohon tumbang itu sempat menutup akses jalan dan menimpa sejumlah rumah warga.
Tercatat satu pohon tumbang menimpa rumah dan kandang ternak di Desa Belikurip. Di Desa Temon, delapak pohon tumbang menimpa delapan rumah. Genteng, asbes, dan rangka atap bangunan rumah itu rusak. Beberapa orang mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut.
“Satu orang atas nama Misman warga Desa Temon dilaporkan mengalami patah tulang akibat pohon tumpang yang menimpa rumahnya. Ada robekan di kepala, satu tulang rusuk patah,” kata Fuad kepada Espos, Kamis (2/10/2025).
Kubah Masjid Roboh
BACA JUGA: Pohon Tumbang di Sejumlah Lokasi Sukoharjo Akibat Hujan Angin
Selain di Kecamatan Baturetno, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Wonokarto, Kecamatan Wonogiri dan Kecamatan Selogiri. Pohon roboh itu sempat menutup akses jalan kabupaten di Selogiri.
Dilaporkan kubah menara masjid Al-Hidayah di Kelurahan Wonokarto juga patah saat hujan lebat pada Rabu sore itu. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Warga, sukarelawan, dan personel BPBD sudah mengevakuasi pohon-pohon tumbang itu,” ujarnya.
Fuad menjelaskan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), saat ini Kabupaten Wonogiri dalam peralihan antara musim kemarau ke musim hujan.
Hal itu mengapa akhir-akhir ini sudah mulai kerap terjadi hujan lebat di Kabupaten Wonogiri. Dalam masa peralihan seperti hujan akan lebih sering terjadi dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. Adapun musim hujan tahun ini diprediksi mulai Oktober.
Saat musim hujan, Kabupaten Wonogiri menjadi daerah yang masuk zona merah bencana. Artinya potensi bencana hidrometeorologi rentan terjadi di daerah ini mulai dari bencana tanah longsor, banjir, hingga angin puting beliung.
Bencana Banjir
Bencana banjir biasanya terjadi di wilayah selat Wonogiri seperti Pracimantoro, Paranggupito, dan Giritontro. Banjir di daerah itu umumnya disebabkan saluran air tersumbat. Wilayah Wonogiri selatan banyak terdapat luweng atau drainase alami karena merupakan daerah karst. Luweng-luweng yang tersumbat itulah yang sering menyebabkan banjir.
Untuk bencana tanah longsor paling banyak terjadi di wilayah Wonogiri timur seperti Kecamatan Tirtomoyo, Karangtengah, dan Jatiroto. Sementara angin kencang relatif rentan terjadi di semua wilayah kecamatan di Wonogiri yang bisa menimbulkan pohon tumbang dan kerusakan permukiman.
“Hal yang dapat dilaksanakan warga antara lain membersihkan saluran-saluran air di sekitar rumah, mengatur drainase supaya tidak terjadi genangan, membersihkan atau memperbaiki infrastruktur rumah seperti talang air supaya aman ketika terjadi hujan. Selain itu memeriksa kondisi sekitar rumah, apabila terdapat potensi longsor supaya bisa diantisipasi,” kata Fuad.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Wonogiri, Sri Maryati, menyampaikan Kabupaten Wonogiri sudah memasuki peralihan musim. Musim hujan diprediksi akan terjadi secara luas untuk semua wilayah kecamatan di Kabupaten Wonogiri pada akhir Oktober 2025. Biasanya musim hujan baru terjadi di Wonogiri pada November setiap tahunnya.
“Musim hujan di Kabupaten Wonogiri maju lebih cepat pada tahun ini karena fenomena kemarau basah” ujar Maryati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Bregodo Suryatmojo turut menjadi etalase budaya sekaligus pintu promosi potensi kampung wisata di wilayah asalnya saat bertugas di kawasan Malioboro, Minggu (2
BMKG mencatat rekor 123 hari tanpa hujan di Sumberklampok, Buleleng, Bali, di tengah musim kering yang dipengaruhi El Nino.