7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Bajaj online Maxride di jalanan Kota Solo, Rabu (8/10/2025). (Solopos/J Howi Wdodo)
Harianjogja.com, SOLO–Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo melarang bajaj online beroperasi di wilayah Kota Bengawan karena sampai sekarang belum ada regulasi yang mengatur kendaraan roda tiga di kawasan tersebut.
Pengumuman larangan itu disampaikan melalui akun Instagram resmi Dishub Kota Solo, @dishubsurakarta. Dalam unggahannya, Dishub Solo menegaskan bajaj dilarang menarik penumpang di Kota Solo.
Kepala Dishub Kota Solo, Taufiq Muhammad, saat dikonfirmasi Espos, Jumat (10/10/2025), menegaskan ada beberapa alasan yang mendasari pelarangan tersebut. “Keberadaan bajaj di Solo belum melengkapi administrasi apa pun. Dari STNK [Surat Tanda Nomor Kendaraan] hingga TNKB [Tanda Nomor Kendaraan Bermotor] belum ada, termasuk izin operasional,” ujarnya.
Taufiq Muhammad, menegaskan belum mengeluarkan izin operasional untuk kendaraan roda sejenis bajaj yang viral dan disebut-sebut beroperasi sebagai moda transportasi online baru di Kota Solo.
Ia bahkan mengaku tidak mengetahui adanya transportasi tersebut di wilayahnya. Kepada Espos, Rabu (8/10/2025), Taufiq menjelaskan sama sekali belum memberikan izin terkait operasional ojek online berbasis bajaj itu di Kota Solo.
“Dishub tidak pernah mengeluarkan izin terkait bajaj ini karena kami memang tidak pernah mengeluarkan perizinan. Tahu-tahu langsung ada,” ujarnya.
Taufiq menambahkan, seluruh perizinan transportasi daring telah diatur oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Ia juga mengatakan sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, namun hingga kini izin operasional untuk bajaj online di Kota Solo tersebut juga belum dikeluarkan.
Diberitakan sebelumnya, layanan transportasi online kendaraan roda tiga atau bajaj mulai beroperasi di Kota Solo sejak awal Oktober 2025. Transportasi berbasis aplikasi yang dijalankan oleh Maxride itu langsung menawarkan promo tarif gratis.
Hal tersebut sesuai dengan pengumuman yang diunggah akun Instagram @maxrideindonesia dan @maxridejatengpada Jumat (3/10/2025). Dalam flyer yang diunggah, tertera tarif Rp10.000 yang kemudian dicoret dan diganti menjadi Rp0.
Berdasarkan penelusuran Espos, Solo menjadi kota kedua di Jawa Tengah setelah sebelumnya Maxride resmi meluncur di Semarang pada September 2025.
Di luar Jawa Tengah, Maxride telah beroperasi di Yogyakarta, Medan, dan Makassar. Saat awal beroperasi di Semarang, Maxride juga menawarkan promo gratis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.