Sejarah Terboyo Terkuak dari Peta Kuno Semarang Tahun 1695
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Putra mahkota Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat KGPAA Hamengkunegoro atau akrab disapa Gusti Purboyo memproklamirkan diri sebagai Paku Buwono (PB) XIV jelang pemberangkatan jenazah PB XIII ke Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul, Yogyakarta, Rabu (4/11/2025). (ANTARA/Aris Wasita)
Harianjogja.com, SOLO— Naiknya Putra mahkota Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPAA Hamangkunegara sebagai raja baru menggantikan ayahnya, Paku Buwono atau PB XIII, yang wafat pada Minggu (2/11/2025) menuai banyak harapan. Apalagi, saat diangkat menjadi raja, KGPAA Hamangkunegara masih berusia 23 tahun.
Deklarasi itu disampaikan Hamangkunegara saat berpidato pada upacara pelepasan jenazah ayahnya di Keraton Solo, Rabu (5/11/2025) pagi. Dalam kesempatan itu, Hamangkunegara menyatakan dirinya akan "hanglintir keprabon" atau menggantikan kedudukan ayahnya, dengan gelar Paku Buwono XIV.
Sejarawan Solo, Heri Priyatmoko, mengatakan siapa pun yang menjadi PB XIV harus bisa membawa situasi damai dan sejuk. Raja baru tersebut juga harus bisa mengayomi semua masyarakat.
"Siapa pun yang menjadi Raja, yang duduk di dampar kencana, publik berharap bisa membuat situasi damai, sejuk, juga ngayomi masyarakat," ungkap Heri saat diwawancarai wartawan, Rabu (5/11/2025).
Menurut Heri, ada beberapa aspek atau syarat untuk menjadi Raja dalam tradisi Mataram Islam. Salah satunya seorang raja Keraton Solo harus Gung Binatoro yaitu raja yang besar. Tapi dalam konteks sekarang ini, syarat tersebut dinilai tidak bisa dipenuhi sebab wilayah kekuasaan Keraton relatif kecil.
"Ya hanya selebar tembok Keraton. yang pasti siapa pun rajanya harus bisa mengayomi, merakyat, dan yang paling penting juga tidak terlalu mementingkan duniawi, gentur tirakat seperti para pendahulunya. Misinya membuat kerajaan tenteram, para trah bisa hidup rukun," urai dia.
Bila pemikirannya belum matang karena masih sangat muda, menurut Heri, Raja bisa dibantu oleh Dewan Penasihat. "Bisa dengan cara pembuatan Dewan Penasihat. Para sesepuh diajak mengobrol, diskusi, demi kelanggengan pelestarian budaya," ujar dia.
Penuturan senada disampaikan Ketua Ormas Tikus Pithi Hanata Baris yang selama ini concern di bidang sosial budaya, Tuntas Subagyo. Dia berharap PB XIV adalah sosok yang dapat membawa kedamaian dan kesejukan baik di lingkungan Keraton Solo maupun masyarakat umum.
"Untuk pengganti PB XIII kita sebagai masyarakat berharap mempunyai jiwa yang adi luhung untuk membesarkan Keraton Solo secara pengenalan kepada masyarakat dan kepada dunia. Karena Keraton Solo peninggalan sejarah, sangat perlu untuk dilestarikan," kata dia.
Ihwal mekanisme atau tata cara penentuan PB XIV, menurut Tuntas, merupakan kewenangan kerabat Keraton Solo. Tapi dia ingin dalam proses itu dapat berjalan dengan baik, damai, dan sejuk. Tidak terjadi yang namanya saling ego dan berebut kekuasaan.
"Saya sebagai masyarakat biasa, sangat berharap para pihak di Keraton, dalam suksesi membawa kedamaian dan kesejukan. Semua meninggalkan ego, lalu memilih dalam musyawarah bersama. Memilih Raja atau pengganti dari PB XIII secara baik, secara kebersamaan," urai dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.