Eks Pekerja Sritex Datangi PN Niaga Tuntut Hak
Ratusan eks pekerja Sritex mendatangi PN Niaga Semarang untuk menuntut pembayaran pesangon, THR, dan hak lainnya pascakepailitan.
Kantor Sritex di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. ANTARA/Aris Wasita
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Ratusan eks pekerja PT Sri Rejeki Isman atau Sritex Tbk di Sukoharjo bakal menggelar aksi demo atau unjuk rasa menuntut pembayaran pesangon di depan pabrik, Senin (10/11/2025).
Aksi itu dilakukan bersamaan dengan momentum peringatan Hari Pahlawan. Selama sembilan bulan, nasib mereka terkatung-katung lantaran belum menerima hak-hak karyawan sejak diberhentikan dari pekerjaan pada akhir Februari.
Tim advokasi eks pekerja Sritex dan forum eks pekerja Sritex bertemu dengan kurator kepailitan Sritex di Dhamarroso Resto, Selasa (4/11/2025). Pertemuan itu difasilitisasi oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo.
Dalam pertemuan itu, forum eks pekerja Sritex menyinggung soal rencana aksi demonstrasi damai untuk menuntut pemenuhan hak-hak karyawan yang diatur dalam perundang-undangan.
Koordinator Forum Eks Pekerja Sritex, Agus Wicaksono, mengatakan aksi demo direncanakan digelar di depan pintu gerbang pabrik Sritex di Sukoharjo, pukul 09.00 WIB.
"Jadi aksi damai demi keadilan untuk memperjuangkan nasib ribuan eks pekerja Sritex. Jumlah peserta aksi kurang lebih sekitar 300 orang. Namun, sepertinya bakal bertambah bisa mencapai 500 orang," kata dia, Minggu (9/11/2025).
Menurut Agus, para eks pekerja Sritex menuntut kurator agar segera memenuhi hak-hak karyawan seperti uang pesangon, tunjangan hari raya (THR), hingga uang pemotongan gaji pada Februari. Ribuan eks pekerja Sritex belum menerima hak-haknya setelah terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) pada akhir Febuari 2025.
Berharap Atensi Pemerintah
Ia meminta pemerintah memberi atensi khusus terhadap nasib 8.475 eks pekerja Sritex Sukoharjo. "Tak sedikit eks pekerja Sritex yang berusia di atas 50 tahun. Mereka harus bertahan hidup namun tak punya pegangan karena belum menerima uang pesangon dan hak-hak lainnya," ujar dia.
Saat aksi demo, para eks pekerja Sritex Sukoharoj bakal menyampaikan curahan hati atau curhat terkait kondisi keluarga dan anak selama sembilan bulan terakhir. Curhat itu disampaikan agar terdengar oleh Presiden Prabowo Subianto sehingga nasib mereka mendapat perhatian khusus dari pemerintah.
Sebelumnya, seorang tim kurator kepailitan Sritex, Denny Ardiansyah, mengatakan banyak isu yang berembus bahwa komunikasi antara tim advokasi eks pekerja Sritex dengan tim kurator berhenti.
Kenyataannya, ia dan tim advokasi eks pekerja Sritex terus berkomunikasi dan berkoordinasi soal pemenuhan hak-hak eks pekerja Sritex. Pertanggungjawaban pekerjaan yang dijalankan tim kurator kepada kreditor di antaranya eks pekerja, bea cukai, dan lain-lain.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo, Danur Sri Wardhana, mengatakan Pemkab dan DPRD Sukoharjo telah memfasilitasi pertemuan antara eks pekerja Sritex dengan kurator untuk membahas proses pemenuhan hak-hak karyawan. Bahkan, DPRD Sukoharjo telah berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk membahas persoalan ini.
"Persoalan ini menjadi wewenang kurator kepailitan Sritex. Kami sudah berupaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Begitu juga, Disperinaker Sukoharjo memfasilitasi pertemuan antara eks pekerja Sritex dengan kurator," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan eks pekerja Sritex mendatangi PN Niaga Semarang untuk menuntut pembayaran pesangon, THR, dan hak lainnya pascakepailitan.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.