Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Warga melewati jalan yang rusak di ruas Cepogo-Musuk wilayah Jelok, Cepogo, Boyolali, Minggu (23/11/2025) sore. (Solopos/Ni'matul Faizah)
Harianjogja.com, BOYOLALI—Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) memastikan perbaikan jalan penghubung Jelok, Cepogo, dengan Musuk atau ruas Randu–Musuk akan dimulai pada akhir 2025. Anggaran sebesar Rp1 miliar telah disiapkan dalam APBD Perubahan 2025.
Ruas tersebut dalam beberapa hari terakhir viral di media sosial. Setiap kali turun hujan, jalan berubah sangat becek dan berlumpur sehingga pengendara harus ekstra hati-hati. Sejumlah spanduk bernada sindiran juga bermunculan, seperti “Mohon Maaf Sedang Tidak Ada Perbaikan Jalan”, “Pastikan Kendaraan Anda Bisa Terbang Lewat Jalur Ini”, hingga “Sedang Ada Pengecoran Gaib”.
Kabid Bina Marga DPUPR Boyolali, Joko Prasetyo, mengatakan perbaikan ruas Jelok–Musuk sebenarnya sudah masuk dalam rencana kerja 2025. Saat ini, paket pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Randu–Musuk sedang dalam proses lelang oleh Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) dan tengah memasuki masa sanggah.
“Setelah pemenang ditetapkan, kontrak akan dilakukan pada awal Desember 2025 sehingga pekerjaan bisa langsung dimulai,” kata dia, Minggu (23/11/2025).
Durasi pengerjaan ditargetkan berlangsung selama 30 hari kalender, sehingga penyelesaian proyek ditarget selesai pada akhir Desember 2025. Pemeliharaan berkala tahun ini mencakup panjang 750 meter dengan lebar 4 meter, menggunakan konstruksi perkerasan aspal AC-WC setebal 4 cm.
Peninggian Jembatan Direncanakan 2026
Joko menyebut area sekitar jembatan hanya akan dilakukan penambalan (patching). Sebab pada 2026 DPUPR berencana mengusulkan peninggian jembatan agar lebih nyaman dilalui masyarakat. Proyek pembangunan jembatan sebenarnya sempat masuk anggaran murni 2025 namun gagal tender karena keterbatasan waktu dan kondisi cuaca, sehingga dialihkan ke program pemeliharaan jalan.
“Pemeliharaan berkala ini bertujuan meningkatkan kemantapan struktur jalan, terutama di titik yang mengalami rusak berat. Harapannya kenyamanan dan keselamatan masyarakat di ruas Randu–Musuk, termasuk warga Watugajah dan sekitarnya, bisa meningkat,” ujarnya.
Keluhan Pengguna Jalan
Puji Rahayu, 30, salah satu pengguna harian sepeda motor, mengaku sering menghindari jalan tersebut ketika habis hujan. “Licin sekali, takut jatuh. Kalau kering masih berani meski terjal,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Suhar, warga Musuk yang bekerja di daerah Jelok. Ia mengatakan jalan tersebut merupakan jalur tercepat untuk mobilitas warga.
“Sudah sekitar dua tahun rusaknya parah. Setiap Pahing ramai karena banyak mobil pengangkut sapi lewat sini. Kalau hujan deras, jalannya seperti sungai, airnya deras, enggak kelihatan jalannya. Sering orang jatuh kepleset,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.