PSEL Piyungan Akan Aliri Listrik 15.000 Rumah, Dibangun 2027
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Ricky Alvian yang merupakan anak kandung korban TKI di Malaysia, Seni dan Lilin Triyanah (keponakan) menunjukkan paspor saat berangkat ke Malaysia dari Temanggung, Sabtu (6/12/2025). ANTARA/Heru Suyitno
Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) asal Dusun Letih, Mergowati, Temanggung, akhirnya berangkat ke Malaysia untuk menjenguk Seni (47) yang menjadi korban penyiksaan majikan.
Keberangkatan putra korban, Ricky Alvian, dan keponakan, Lilin Triyanah, difasilitasi Pemkab Temanggung setelah Kedutaan Besar Malaysia memberi izin kunjungan. Mereka didampingi istri Bupati Temanggung, Panca Dewi, menggunakan biaya pribadi melalui Bandara YIA Kulonprogo.
Bupati Temanggung Agus Setyawan berharap pertemuan itu dapat menjadi pengobat rindu setelah 21 tahun korban tidak pernah bertatap muka dengan keluarganya. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi agar penanganan hukum kasus penyiksaan berjalan tuntas.
Ricky mengaku haru sekaligus canggung menjelang pertemuan pertamanya dengan ibunya dalam dua dekade terakhir. Ia berharap penyelesaian kasus dapat membuka jalan bagi kepulangan Seni ke Temanggung.
Bupati Temanggung Agus Setyawan di Temanggung, Sabtu, menjelaskan Ricky Alvian yang merupakan anak kandung korban dan Lilin Triyanah (keponakan) berangkat ke Malaysia usai memperoleh lampu hijau dari Kedutaan Besar Malaysia bahwa korban sudah dapat ditemui oleh pihak keluarga.
Sebagai bentuk dukungan moril, mereka didampingi secara langsung istri Bupati Temanggung Panca Dewi, dengan menggunakan biaya pribadi bertolak ke Negeri Jiran melalui Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo.
"Rabu, 3 Desember 2025, Kedutaan Besar Malaysia memberikan kabar bahwa Ibu Seni sudah boleh dijenguk puteranya. Setelah menyelesaikan berbagai dokumen persyaratan, kami fasilitasi keberangkatan pihak keluarga dengan didampingi istri saya dengan biaya sendiri, karena izin ke luar negeri saya tidak keluar," katanya.
Ia berharap pertemuan antara korban dengan pihak keluarga, terutama puteranya, dapat menjadi penawar rindu lantaran mereka sudah tidak pernah lagi bertatap muka selama 21 tahun terakhir.
"Semoga pertemuan antara Ibu Seni dan keluarga, dapat membuka memori lama karena 21 tahun lamanya mereka tidak pernah bertemu," katanya.
Putera kandung Seni, Ricky Alvian mengaku sangat bahagia bercampur haru dengan keberangkatannya ke Malaysia guna berjumpa sang ibu yang tidak pernah dijumpai selama kurun waktu puluhan tahun terakhir.
Dirinya juga berharap agar kasus yang mendera ibu kandungnya dapat segera terselesaikan, sehingga Seni dapat berkumpul kembali dengan pihak keluarga di Temanggung.
"Meskipun sempat berkomunikasi, tetapi saya masih memiliki sedikit rasa canggung kalau nanti ketemu langsung dengan ibu. Apalagi, sudah 21 tahun lamanya tidak berjumpa. Semoga semuanya berjalan penuh kelancaran," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Kerusuhan hajatan di Sragen viral di media sosial. Korban bersama tim musik resmi melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Sragen.
Profil KMP Putri Yasmin, kapal feri buatan Jepang 1992 yang melayani rute Padangbai-Lembar dengan kapasitas penumpang dan kendaraan.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
DPRD Kabupaten Magelang terus memperkuat pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.