Kecelakaan Tunggal Klaten, Pemuda 24 Tahun Tewas
Kecelakaan tunggal Klaten di Sekarsuli, pemuda 24 tahun meninggal usai motor trail tabrak pohon dan terjatuh ke parit.
Salah satu remaja yang membawa senjata tajam tertangkap kamera viral di medsos. /Instagram.
Harianjogja.com, KLATEN—Polres Klaten bergerak cepat menangkap 14 remaja setelah video mereka berkonvoi sambil mengacungkan senjata tajam di Karangdowo viral di media sosial.
Dua di antara para pelaku merupakan orang dewasa, sementara lainnya masih di bawah umur. Para remaja itu berasal dari berbagai kecamatan, seperti Pedan, Ceper, Trucuk, dan Cawas.
Dari penindakan awal, polisi menyita celurit dan sepeda motor yang digunakan dalam aksi tersebut. Aparat juga mendalami motif para pelaku dan mengimbau orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak agar kejadian serupa tak berulang.
Belasan remaja itu ditangkap tak sampai sehari sejak video aksi mereka beredar di media sosial. Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Taufik Frida Mustofa, mengatakan jumlah remaja yang ditangkap terus bertambah setelah pengembangan dari penangkapan awal.
"Total saat ini ada 14 orang yang berhasil kami amankan. Dua di antaranya merupakan orang dewasa, sementara sisanya masih di bawah umur," kata AKP Taufik Frida Mustofa dilansir Espos, Minggu (7/12/2025).
Kasus konvoi remaja bawa senjata tajam di Karangdowo, Klaten, terungkap berawal dari laporan masyarakat yang disertai dengan beredarnya rekaman video di berbagai platform media sosial.
Aparat kemudian melakukan pelacakan ke lokasi kejadian serta menelusuri identitas para pelaku yang terekam dalam video tersebut. Para remaja tersebut berasal dari sejumlah kecamatan berbeda di Kabupaten Klaten dan tidak tergabung dalam satu kelompok tertentu.
"Mereka bukan bagian dari geng tertentu. Setelah ditelusuri, mereka berasal dari wilayah Pedan, Ceper, Trucuk, dan Cawas," ucapnya.
Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit dan kendaraan bermotor yang digunakan dalam aksi konvoi tersebut. Penyidik masih mendalami motif di balik aksi tersebut serta kemungkinan adanya keterkaitan dengan tindak pidana lain. Sebelumnya, video sekelompok remaja membawa senjata tajam beredar di media sosial, Jumat (5/12/2025).
Dalam video pada suasana petang itu terlihat sejumlah remaja mengacungkan senjata tajam jenis celurit panjang yang kerap disebut corbek. Lokasinya di jalan beraspal di antara persawahan.
Salah satu remaja yang mengacungkan sajam terlihat turun dari sepeda motor kemudian berteriak. Tidak jelas kalimat yang diucapkan selain satu kata umpatan. Di belakangnya ada remaja lain yang menggeber sepeda motor.
Setelah itu terlihat remaja lain yang mengacungkan sajam. Kemudian muncul tiga remaja berboncengan sepeda motor dengan salah satu orang membawa sajam berukuran panjang. Dalam keterangan di unggahan media sosial, ruas jalan tersebut berada di jalan Karangdowo-Posis.
Aksi tersebut menimbulkan keresahan warga karena terjadi di jalur umum dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lain. Kepolisian mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama di malam hari dan saat menggunakan kendaraan bermotor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Kecelakaan tunggal Klaten di Sekarsuli, pemuda 24 tahun meninggal usai motor trail tabrak pohon dan terjatuh ke parit.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 untuk mendongkrak ranking FIFA.
Blunder Bento pada menit 90+8 membuat Al Nassr gagal mengunci gelar Saudi Pro League usai ditahan imbang Al Hilal 1-1.
Florentino Perez membantah isu sakit keras, menyerang media, dan mempercepat pemilu Real Madrid di tengah krisis klub musim 2026.