Trump Hentikan Operasi Hormuz Seusai Saudi Tolak Akses Militer AS
Donald Trump menghentikan sementara Project Freedom setelah Arab Saudi menolak akses pangkalan dan wilayah udara militer AS.
Seorang warga sedang menyelamatkan material dari rumah yang dirobohkan akibat terdampak tanah gerak di Jangli Kota Semarang. Rabu (11/2/2026) (Solopos/Fitroh Nurikhsan)
Harianjogja.com, SEMARANG—Peristiwa tanah gerak di RT 007/RW 001 Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Rabu (11/2/2026), merusak 15 rumah dan memutus akses jalan Jangli–Undip. Patahan memanjang membelah badan jalan sehingga kendaraan tidak bisa melintas.
Tanah gerak di Jangli Semarang tersebut juga memaksa warga membongkar sejumlah bangunan yang kondisinya mengkhawatirkan, termasuk balai RW. Warga bergotong royong menyelamatkan material yang masih dapat digunakan untuk mengantisipasi kerusakan lebih lanjut.
Pantauan di lokasi, lantai rumah warga terbelah dan retak akibat pergerakan tanah yang belum sepenuhnya berhenti. Patahan tanah terlihat memanjang di jalan lingkungan hingga memutus jalur utama menuju Universitas Diponegoro (Undip).
Salah satu warga terdampak, Slamet Riyadi, memilih mengungsi bersama keluarga selama tiga hari terakhir di musala setempat. Rumahnya menjadi salah satu bangunan dengan kerusakan paling parah.
"Kandang ternak kambing saya juga di belakang roboh. Kambing-kambingnya sekarang sudah dipindahkan. BPBD juga menyarankan kalau rumah saya sudah tidak layak untuk ditempati," ujar Slamet saat ditemui, Rabu.
Rumah berukuran 4x10 meter milik Slamet kini telah rata dengan tanah setelah ia memutuskan merobohkannya demi menyelamatkan material bangunan.
"Rasa goncangan-goncangan itu ada, rumah saya semalam masih kedengaran bunyi pletok-pletok, jelas tanah ini memang bergerak," ungkap Slamet.
Tanah Gerak Terjadi Sejak Awal Februari
Ketua RT 007 Joko Sukaryono mengatakan tanda-tanda tanah gerak di Jangli Semarang mulai muncul sekitar 4–5 Februari 2026 dan semakin parah saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
"Sekitar tanggal 4-5 Februari 2026 sudah ada tanda-tanda tanah gerak, mulai parah ketika turun hujan. Kalau masih hujan, pasti ada pergerakan yang sangat signifikan," tutur Joko.
Menurutnya, total terdapat 15 rumah rusak, satu rumah roboh, dan dua rumah terpaksa dirobohkan karena kondisinya membahayakan. Balai RW juga ikut dirobohkan demi mencegah risiko lebih besar.
"Ada dua rumah yang terpaksa dirobohkan karena kondisinya sudah parah, termasuk balai RW. Sebelumnya ada satu rumah sudah roboh sendiri karena tanah gerak," tandasnya.
Joko menjelaskan, rumah warga yang terdampak berada di lahan milik TNI AD. Ia berharap Pemkot Semarang maupun TNI dapat mencarikan solusi karena sebagian besar warga terdampak berpenghasilan menengah ke bawah.
"Sebenarnya ini tahap kedua pergerakan tanah, karena kurang lebih 25 tahun lalu pernah terjadi. Tetapi dampaknya tidak separah sekarang," terangnya.
Area pergerakan tanah diperkirakan menjalar hingga radius sekitar 70 meter ke bagian bawah permukiman. Warga kini semakin waspada setiap kali hujan turun karena dikhawatirkan memperparah kondisi.
Peristiwa tanah gerak di Jangli, Tembalang, Semarang ini menjadi peringatan bagi warga di kawasan rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Donald Trump menghentikan sementara Project Freedom setelah Arab Saudi menolak akses pangkalan dan wilayah udara militer AS.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Perubahan tampak pada pembaruan Grand Vitara, yaitu penyematan Electronic Parking Brake yang menggantikan sistem tuas rem parkir mekanis pada keluaran sebelumny
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.
LBC Hotels Group, yang menaungi 9 unit hotel dan 2 resort ternama di Yogyakarta, kembali menggelar Table Top & Business Gathering #2