OJK Catat Pembiayaan Investasi Multifinance Rp167,89 Triliun
OJK mencatat pembiayaan investasi multifinance turun 5,33% menjadi Rp167,89 triliun pada semester I/2026.
Pemkab Boyolali sesalkan pencurian tiang lampu dan kWh meter di Pedestrian Simpang Lima. Aset baru yang raib akibatkan kawasan gelap gulita. /Espos.
Harianjogja.com, BOYOLALI—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menyayangkan aksi vandalisme dan pencurian aset publik yang menyasar fasilitas pedestrian di kawasan ikonik Simpang Lima.
Sejumlah infrastruktur penting seperti boks kWh meter, instalasi kabel, hingga belasan tiang lampu dilaporkan raib digondol pencuri padahal proyek tersebut baru saja rampung pengerjaannya pada akhir tahun 2025 lalu.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Boyolali, Ahmad Gojali, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil audit lapangan per 26 Februari 2026, terdapat sembilan tiang lampu beserta unit lampunya yang hilang.
Selain itu, pelaku juga nekat menggasak dua unit boks kWh meter listrik dan memotong kabel penghubung sepanjang 20 meter yang mengakibatkan sistem penerangan di area tersebut lumpuh total.
“Terdata per tanggal 26 Februari 2026 itu ada sembilan lampu yang hilang sekaligus tiangnya, kemudian kWh meter sekaligus boksnya dua hilang, lalu ada kabel penghubung sepanjang 20 meter antara kWh dengan lampu itu hilang,” kata Gojali saat dikonfirmasi di kantornya, Kamis (5/3/2026).
Dampak dari hilangnya komponen kelistrikan ini menyebabkan area sisi timur Simpang Lima, mulai dari depan Polsek Boyolali Kota hingga kawasan Pasar Boyolali, menjadi gelap gulita pada malam hari.
Padahal, fasilitas kWh meter tersebut merupakan tumpuan utama bagi penerangan pedestrian serta pendukung visual estetika dalam agenda strategis Boyolali City Light yang sedang digalakkan pemerintah daerah.
Menyikapi kondisi ini, pemerintah daerah telah menginstruksikan perbaikan cepat pada sambungan listrik agar kenyamanan warga dan keindahan kota tidak terganggu lebih lama.
Gojali menjelaskan bahwa tiang lampu yang hilang sebelumnya hanya diperkuat dengan sekrup sehingga memudahkan pelaku untuk membongkarnya, sehingga ke depan akan dilakukan penguatan menggunakan las atau cor beton permanen.
Pemkab Boyolali juga berencana memperketat pengamanan kawasan dengan mengintensifkan patroli gabungan yang melibatkan personel Satpol PP, DPUPR, serta kepolisian.
Langkah preventif ini diambil guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, mengingat aset-aset yang dicuri merupakan fasilitas publik yang dibangun menggunakan dana pajak masyarakat.
“Jelas kami menyesalkan, itu kan aset bersama, kalau bisa ikut menjaga. Tadi juga diharapkan untuk kantor, dinas, yang di depannya ada pedestrian ikut mengawasi dan merasa memiliki,” ujar Gojali menekankan pentingnya kepedulian bersama.
Saat ini, koordinasi dengan Polres Boyolali telah dilakukan dan laporan resmi segera dilayangkan untuk memburu para pelaku yang terekam maupun yang beraksi di titik buta kamera pengawas.
Pemerintah juga berencana menambah jumlah unit CCTV di titik-titik strategis sekitar Simpang Lima untuk memperkuat pengawasan digital, melengkapi tiga kamera yang sudah terpasang di Perpusda, Bank Boyolali, dan Polsek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK mencatat pembiayaan investasi multifinance turun 5,33% menjadi Rp167,89 triliun pada semester I/2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 15 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal tiap stasiun di sini.
Pengalaman tumbuh dalam keluarga ekonomi terbatas dapat membentuk kebiasaan finansial hingga dewasa. Simak 8 kebiasaan yang sering terbawa.
KOTAK resmi menjadi band independen setelah 18 tahun bersama label rekaman. Single YOLO menjadi simbol kebebasan kreatif dan era baru mereka.
AC mobil kurang dingin atau bau? Simak 7 cara merawat AC mobil agar tetap sejuk, awet, dan nyaman digunakan setiap har