UNICEF: 3,7 Juta Anak Afghanistan Alami Malnutrisi Akut
UNICEF mencatat 3,7 juta anak Afghanistan mengalami malnutrisi akut, termasuk sekitar 1 juta anak dengan gizi buruk berat.
Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, GROBOGAN — Banjir kembali merendam 12 desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (2/4/2026) malam.
Luapan sejumlah sungai, termasuk Sungai Tuntang, membuat permukiman warga dan akses jalan desa tergenang dengan ketinggian air hingga puluhan sentimeter.
Operator Pusdalop BPBD Grobogan, Muhaimin, menjelaskan banjir mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB setelah hujan turun sejak pukul 15.00 hingga 16.30 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.
Sebaran Wilayah Terdampak
Di Kecamatan Kedungjati, banjir akibat luapan Sungai Tuntang merendam delapan desa, yakni Ngombak, Kedungjati, Wates, Karanglangu, Kalimaro, Jumo, Padas, dan Deras. Ketinggian air berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter.
Genangan juga masuk ke sejumlah dusun, seperti Kranggeneng, Morosempol, Dawung, dan Tonjong, sehingga mengganggu aktivitas warga serta akses jalan desa.
Sementara di Kecamatan Tanggungharjo, banjir melanda Desa Sugihmanik akibat meluapnya Sungai Kliteh. Air setinggi 10 hingga 60 sentimeter merendam Dusun Randusari, Rejosari, dan Gedangan.
Genangan juga sempat terjadi di Jalan Raya Gubug–Kedungjati, tepatnya di Jembatan Kaliceret, Desa Mrisi. Jalan sepanjang sekitar 50 meter tergenang air setinggi 20 hingga 40 sentimeter dan sempat menghambat arus lalu lintas.
Wilayah Lain Ikut Terdampak
Banjir turut terjadi di Desa Penadaran, Kecamatan Gubug, akibat luapan aliran air dari kawasan hutan menuju Sungai Tuntang. Sejumlah dusun seperti Bantengan, Sasak, dan Tegalrejo terendam dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 60 sentimeter.
Di Kecamatan Tegowanu, genangan melanda Desa Sukorejo dan Tanggirejo akibat luapan Sungai Renggong dan Sungai Kliteh. Air merendam jalan dusun dan rumah warga di Dusun Kedok Ombo serta Dusun Jati dengan ketinggian 10 hingga 60 sentimeter.
Kondisi Mulai Surut, Warga Diminta Waspada
Muhaimin menyebutkan, sebagian besar wilayah kini mulai berangsur surut dan beberapa ruas jalan yang sebelumnya tergenang sudah dapat dilalui kembali.
Meski demikian, BPBD Grobogan belum menerima laporan adanya korban jiwa dan tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan susulan.
Sebelumnya, banjir juga sempat melanda wilayah ini hingga memutus akses jalan Grobogan–Semarang akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang, sehingga risiko banjir masih perlu diantisipasi dalam beberapa waktu ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
UNICEF mencatat 3,7 juta anak Afghanistan mengalami malnutrisi akut, termasuk sekitar 1 juta anak dengan gizi buruk berat.
Pemkab Kulonprogo dan BOB mengawal kelanjutan Jalan Plono-Nglinggo. Dari 3,47 km, masih tersisa 2,47 km yang belum terbangun.
Lomba Mewarnai dan Menggambar Wayang Jadi Cara Disbud DIY Kenalkan Warisan Budaya kepada Anak
Kuota LPG 3 kg 2026 diproyeksi jebol. Kementerian ESDM memperkirakan konsumsi mencapai 8,67 juta ton atau 108,46% dari kuota.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY mendorong pelajar Sekolah Rakyat untuk membangun kebiasaan menabung sekaligus meningkatkan literasi keuangan
Sleman memperbaiki 32 saluran irigasi dengan dukungan APBN untuk menjaga kebutuhan air pertanian saat puncak musim kemarau.